Tanggamus Lampung– Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung memasang kandang jebak di kawasan perkebunan warga di Pekon Kalisari, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, menyusul laporan kemunculan satwa liar yang diduga beruang madu.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi guna mencegah terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar, setelah warga beberapa kali melaporkan melihat hewan tersebut berkeliaran di sekitar area perkebunan.
Kepala Seksi KSDA Wilayah III Lampung, Itno Itoyo, mengatakan tim BKSDA bersama aparat kepolisian dan pemerintah pekon telah melakukan peninjauan lapangan serta pemantauan di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur perlintasan satwa. (*)
“Kandang jebak sudah dipasang. Namun hingga saat ini satwa yang dilaporkan belum masuk ke dalam perangkap. Meski demikian, pemantauan terus kami lakukan di sejumlah lokasi yang menjadi titik laporan masyarakat,” kata Itno, Sabtu (20/6/2026).
Berdasarkan hasil identifikasi awal, satwa yang dilaporkan warga diduga merupakan beruang madu. Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya bekas cakaran pada pohon serta jejak aktivitas satwa di area yang memiliki sumber pakan alami.
Meski demikian, BKSDA masih melakukan pendalaman untuk memastikan identitas satwa secara akurat. Selain itu, petugas juga menelusuri kemungkinan apakah laporan kemunculan di beberapa lokasi berasal dari satu individu yang sama atau lebih dari satu ekor.
“Sementara yang terpantau satu ekor. Namun kami masih melakukan identifikasi lanjutan karena terdapat beberapa laporan dari lokasi yang berbeda,” ujarnya.
BKSDA juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak mendekati, mengejar, maupun berupaya menangkap satwa liar tersebut apabila kembali terlihat. Warga diminta segera melaporkan keberadaannya kepada aparat pekon, kepolisian, atau petugas BKSDA agar penanganan dapat dilakukan secara aman dan sesuai prosedur.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada saat beraktivitas di kawasan perkebunan dan mengutamakan keselamatan. Jika menemukan jejak atau melihat satwa tersebut, segera laporkan kepada petugas,” tegas Itno.
Sementara itu, Kapolsek Wonosobo, Iptu Primadona Laila, membenarkan adanya laporan warga terkait kemunculan satwa liar yang diduga beruang di kawasan perkebunan Dusun 2 RT 2, Pekon Kalisari.
Menurutnya, warga sempat melihat seekor hewan berukuran sedang berada di bawah pohon jengkol yang lokasinya tidak jauh dari aliran sungai. Saat dilakukan pengecekan, petugas menemukan bekas cakaran pada batang pohon serta tanda-tanda yang diduga sebagai sarang di atas pohon tersebut.
“Dari informasi yang kami terima, warga melihat seekor hewan yang diduga beruang berada di bawah pohon jengkol. Di lokasi juga ditemukan bekas cakaran dan tanda-tanda aktivitas satwa yang saat ini masih dalam proses identifikasi lebih lanjut,” kata Kapolsek.
Pihak BKSDA bersama aparat terkait terus melakukan pemantauan di lokasi guna memastikan keberadaan satwa tersebut sekaligus menjamin keamanan masyarakat di sekitar kawasan perkebunan.(*)












