Panaragan jaya – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Novianti Novriwan, membuka kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak (KTA), anak yang berhadapan dengan hukum (ABH), serta pencegahan perkawinan usia anak di Pondok Modern Al Furqon, Panaragan Jaya Kecamatan Tulang Bawang Tengah. Senin (8/6/2026).
Dalam sambutannya, Novianti Novriwan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai upaya bersama dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak. Ia juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada para narasumber, yakni Ustad Ichwani Wahidin dari Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI) dan Winingsih, S.ST., M.Kes dari Badan Narkotika Nasional (BNN).
Menurutnya, kegiatan sosialisasi ini merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga, melindungi, dan memenuhi hak-hak anak, khususnya di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Saya ingin berpesan kepada anak-anak untuk senantiasa menerapkan lima pilar pendidikan karakter, yaitu cinta kepada Tuhan dan segenap ciptaan-Nya, disiplin, sopan santun, kerja sama, serta cinta tanah air dan peduli lingkungan,” ujar Novianti.
Pada kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Tubaba juga berinteraksi langsung dengan para peserta didik TK Al Furqon melalui sesi tanya jawab. Interaksi tersebut dilakukan agar nilai-nilai dalam lima pilar pendidikan dapat lebih tertanam dalam diri siswa dan siswi
Ia menjelaskan bahwa penerapan lima pilar tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti rajin beribadah sebagai bentuk cinta kepada Tuhan, disiplin dalam belajar dan menaati tata tertib sekolah, serta bersikap sopan dan santun kepada orang tua, guru, dan teman.
Selain itu, anak-anak juga diajak untuk membangun kerja sama dengan saling membantu, menghargai perbedaan, serta menjauhi perilaku perundungan (bullying). Sementara itu, nilai cinta tanah air dan peduli lingkungan dapat diwujudkan dengan menjaga kebersihan sekolah serta menjadi generasi yang bangga terhadap daerah dan bangsanya.
Di akhir sambutannya, Novianti mengajak seluruh orang tua, guru, dan elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, pendampingan, serta komunikasi dengan anak-anak.
“Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak, sehingga mereka berani menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi dan mendapatkan pendampingan yang tepat,” tutupnya.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran seluruh pihak terkait pentingnya pencegahan kekerasan terhadap anak, perlindungan anak yang berhadapan dengan hukum, serta upaya menekan angka perkawinan usia anak demi terwujudnya generasi Tubaba yang sehat, cerdas, dan berkarakter. (*jim)












