PESAWARAN – Menyikapi potensi peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesawaran mengeluarkan himbauan resmi kepada seluruh masyarakat, Sabtu (05/9/2026).
Kepala BPBD Kabupaten Pesawaran, Sopyan Agani, mengatakan potensi erupsi dapat berdampak pada kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat di wilayah pesisir Pesawaran, terutama daerah yang berdekatan dengan Selat Sunda.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada, tenang, dan terus mengikuti informasi resmi dari instansi yang berwenang seperti BPBD, BMKG, PVMBG, dan Pemerintah Daerah. Jangan mudah percaya informasi yang belum terverifikasi,” tegas Sopyan Agani.
Dalam himbauannya, BPBD Pesawaran juga merinci bahaya paparan abu vulkanik yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan, iritasi pada mata dan kulit, serta mengganggu aktivitas masyarakat dan kualitas lingkungan.
Untuk meminimalisir dampak, Sopyan Agani merilis 7 langkah yang dapat dilakukan masyarakat:
1. Gunakan Masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi paparan abu vulkanik.
2. Tutup Jendela dan Pintu agar abu vulkanik tidak masuk ke dalam rumah.
3. Gunakan Kacamata Pelindung untuk melindungi mata dari paparan abu vulkanik.
4. Segera Mandi dan Cuci Wajah setelah beraktivitas di luar ruangan.
5. Perbanyak Minum Air Putih untuk membantu menjaga kondisi tubuh tetap sehat.
6. Hindari Aktivitas di Luar Ruangan apabila kondisi udara dipenuhi abu vulkanik.
7. Pantau Informasi Resmi dari BPBD, BMKG, PVMBG, dan Pemerintah Daerah.
“BPBD Kabupaten Pesawaran mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak panik. Mari bersama-sama menjaga keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan. Kesadaran kecil hari ini, perlindungan besar untuk masa depan. Bersama kita tangguh menghadapi bencana,” pungkas Sopyan Agani.
Hingga saat ini, BPBD Pesawaran terus berkoordinasi dengan PVMBG dan instansi terkait untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. (Indra).












