BANDAR LAMPUNG-Pondok Pesantren (Ponpes) selama ini banyak dipandang sebelah mata oleh masyarakat, lantaran image yang selalu mengatasnamakan anak yatim, hanya untuk memperkaya oknum atau diri sendiri.
Namun, tidak begitu bagi Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Yatim Piatu dan Tahfidzul Qur’an Riyadhus Sholihin, di bawah asuhan Ismail Zulkarnain, segudang prestasi banyak diraih oleh santri dan anak yatim-piatu disana.
“Saya hanya berpikir bagaimana membahagiakan anak yatim-piatu, saya berupaya menjadikan anak yatim itu menjadi orang yang berkualitas, jadi nggak ada lagi istikah di jual belikan anak yatim, nggak pake lagi yatim-piatu dijadikan ajang kemiskinan, tapi anak yatim dengan segudang prestasi,” ujar Ketua yayasan Pondok Pesantren Riyadhus Sholihin, Ismail Zulkarnain, dalam acara lomba pidato bahasa Arab antar santri setempat, Jamat (05/02/2021).
Anak-anak di Ponpes Tahfidzul Qur’an Riyadhus Sholihin, lanjut Ismail, dengan sebidang prestasi yang mereka raih, mereka berkeliling nusantara bahkan mancanegara.
“Banyak prestasi mereka, dengan berprestasi ini bisa keluar Negeri ada yang juara tahfiz Al-Qur’an, adayang diterima di polisi, TNI dan lainnya, hal ini menumbuhkan rasa kebanggaan terhadap anak yatim,” jelasnya.
Soal lomba pidato dan da’i dengan menggunakan bahasa Arab ini, dilaksanakan 2 bulan sekali lomba da’i antara mereka.
“Kita ingin menumbuhkan rasa percaya diri santri, karena itu mereka latihan terus begitu ada perlombaan tingkat nasional tingkat daerah Alhamdulillah dengan izin Allah anak pondok kita lomba da’i nasional juara 1 lomba pidato bahasa Arab se-Asian, tingkat nasionalnya, kita juga juara di Makassar dari 4500 orang kita juara dua, anak kita bulan Maret nanti berangkat ke Korea Selatan ke Turki ke Singapura dan ke Mesir, ini kebanggaan kita sebagai pengasuh,” paparnya.
Disinggung, bagaimana kiat-kiat agar para santri bisa galah bahasa arab? “Membiasakan diri saja, setiap harinya di pondok mereka berbicara dengan bahasa arab, bagus tidur dan berbincang dengan temannya menggunakan bahasa arab. Bahasa arab itu bahasa Alquran, Alquran diturunkan pakai bahasa Arab, Alquran bahasa akhirat nanti di alam kubur di padang mahsar, di surga dan neraka kita pakai bahasa Arab maka umat Islam wajib dan bukan sunah belajar bahasa Arab,” ucapnya.
Yayasan Ponpes Yatim Piatu dan Tahfidzul Qur’an Riyadhus Sholihin, para Sandri semua gratis, tidak bayar sama sekali, oleh karena itu para santri diharapkan prestasilah yang ditonjolkan.
“Semuanya gratis dari makan minum, ongkos sekolah, jajan terus juga pengajar disini sarjana semua para Kiai nya mereka dari Gontor, Tamatan dari dari Darqo dan mereka sarjana-sarjana bahasa Arab jadi pola-pola manajemen pondok yang berkualitas mereka terapkan Riyadhus Sholihin,” terang Ismail.
Diketahui, lomba pidato bahasa Arab antar santri Ponpes Riyadhus Sholihin, memperebutkan piala Kapolda Lampung, Irjen Pol Drs. Purwadi Arianto M, acara digelar 4 hari berturut-turut diikuti seluruh anak yatim-piatu baik anak dewasa, wanita dan laki-laki ponpes setempat. (ron)












