Disdik Pesawaran Buka Pendaftaran Calon Kepsek

PESAWARAN-Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pesawaran membuka pendaftaran tes assessment (penilaian) bagi calon Kepala Sekolah (Kepsek).

Hal itu dikatakan Kadisdik Kabupaten Pesawaran, Fauzan Suaidi melalui sambungan telepon, Minggu (14/02/2021).

“Sebelumnya kita sudah membuka pendaftaran assessment untuk Kepala Sekolah pada 9 Februari 2021, tapi karena belum memenuhi kuota, kita buka lagi pendaftaran untuk tahap kedua, karena setidaknya peserta yang ikut itu lebih dari satu orang untuk satu sekolah, kalau cuma satu pendaftar di satu sekolah, kemudian yang tidak lulus berarti kan harus ada Plt lagi,” jelas Fauzan.

Menurutnya, untuk mengikuti tes assessment tersebut ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

“Kalau persyaratannya itu banyak, seperti hasil tes kejiwaan dari Rumah Sakit Jiwa, kemudian usia juga maksimal 56 tahun, itu berlaku untuk calon Kepsek baru. Tapi, yang sedang menjabat sebagai Kepsek tetap bisa ikut, artinya dia menjabat sebelum usia 56 tahun, itu pun belum menjamin menjadi Kepsek lagi, karena harus ikut tahapan tes,” ungkapnya.

Dikatakan Fauzan, dalam pelaksanaan tes tersebut pihaknya hanya melakukan verifikasi berkas pendaftaran calon Kepala Sekolah.

“Dinas Pendidikan hanya melakukan verifikasi berkas saja, sementara untuk asesor maupun pengujinya itu dari Pemerintah Provinsi Lampung dalam hal ini Bandiklat. Namun, yang pasti untuk saat ini kita masih melakukan pendaftaran, sedangkan untuk pelaksanaan tes waktunya belum kita tentukan,” tukasnya.

Ditambahkan Fauzan, tes Assessment tersebut akan berlaku kepada semua sekolah negeri yang menjadi kewenangan Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran. “Semuanya akan kita tes mulai dari Sekolah Dasar (SD) yang berjumlah 302 dan SMP yang berjumlah 46, itu juga berlaku bagi Korcam dan Korwil,” tandasnya.

“Dalam tes Assessment itu ada beberapa tahapan tes diantaranya tes tertulis, tes wawancara dan presentasi makalah yang harus dibuat minimal 10 lembar, serta khusus bagi Korwil dan Korcam harus membuat 2 makalah, yang pertama makalah dia sebagai kepala sekolah dan yang kedua makalah sebagai Korwil ataupun Korcam,” pungkasnya. (Ndr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *