TANGGAMUS-Anggota DPRD Provinsi Lampung Komisi V dari Dapil IV (Tanggamus, Pesibar,Lambar), Yanuar Irawan melakukan sosialisasi tentang “Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan” di Rumah Dinas (Rumdis) Ketua DPRD Kabupaten Tanggamus, Sabtu (27/2/21).
Dalam acara sosialisasi tersebut turut hadir wakil Bupati, ketua DPRD kabupaten Tanggamus dan anggota DPRD dari fraksi partai PDIP, serta para kader partai PDIP.
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati (Wabup) Tanggamus, AM Syafi’i menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah amanah dari DPRD provinsi Lampung yang harus disampaikan.
“Kita harus membangun sinergi untuk menciptakan hal-hal yang di perlukan untuk menjaga keutuhan ideologi Pancasila, kita harus sering memberikan sosialisasi dan pengertian bahayanya paham radikalisme yang bisa memecah belah bangsa,” kata Safi’i.
Sebagai narasumber Yanuar Irawan menyampaikan kepada semua fraksi partai PDIP Kabupaten Tanggamus lebih mewaspadai adanya radikalisme model baru yang berkembang saat ini.
Saya harap rekan-rekan fraksi harus serius untuk memahami materi ini karena anda nantinya yang akan mengimplementasikan ke bawah.
“Perlu di ketahui, saat ini banyak faham-faham radikal baru yang ada di negara kita antara lain radikal persoalan keyakinan atau radikal Takfiri mereka menganggap jika tidak sepaham dikatakan kafir kemudian radikal tindakan atau terorisme sifatnya lebih ekstrim,” katanya.
Dalam paparannya ada 3 isu besar yang perlu di waspadai oleh seluruh elemen masyarakat terutama para anggota dewan karena dapat memicu emosi umat saat ini yaitu, Sosial soal ritual, jangan mendekotomikan ritual-ritual yang ada karena untuk perbedaan ras sudah clear, Simbol-simbol keagamaan, jangan mempermasalahkan perbedaan dan harus bertoleransi, dan Ketidakadilan sosial menurut persepsi masing-masing.
Meski demikian, lanjutnya,dalam penyampaian ke masyarakat harus dilakukan sesuai dengan bijak dan bukan dengan penekanan.
“Adapun langkah-langkah yang dilakukan harus sesuai dengan fungsi dewan melalui program-program yang kongkrit,” ujarnya.
Menurut Yanuar, ini semua harus dilakukan secara persuasif dan edukatif untuk menarik minat serta menambah keyakinan masyarakat untuk menjaga keutuhan NKRI,” jelasnya
Ditempat yang sama, Heri Agus Setiawan, menyampaikan bahwa masalah Ideologi tidak boleh dianggap remeh.
“Terkait ideologi ini tidak boleh di remehkan karena dapat memecahkan bangsa dan menghancurkan negara, maka ideologi bangsa kita Pancasila tidak boleh di ganggu gugat,” imbuhnya.
Heri juga mengimbau kepada media supaya dalam menyampaikan berita harus lebih pandai menyikapi tentang kesadaran berideologi Pancasila.
“Saya harap kepada rekan-rekan yang hadir kususnya kepada kawan media hendaknya lebih jeli terhadap pemberitaan yang bersinggungan dengan ideologi, karena perlu kita perhitungkan dampak dari pemberitaan yang berkaitan dengan ideologi kita,” pungkasnya. (man)












