Dua Sekolah Negri Wonosari di Kecamatan Pekalongan Butuh Perhatian Pemerintah

LAMPUNG TIMUR-Menanggapi kondisi sekolah SDN 1 dan SDN 3 di Desa Wonosari yang nyaris lumpuh akan proses belajar mengajar di sekolah tersebut.

Salah satu tokoh Desa Wonosari,Bapak Daim Waspada yang mana beliau juga ialah sekdes di Desa Wonosari menyatakan bahwa kwalitas dan kwantitas sekolah harus di junjung tinggi agar minat para wali murid dapat tertarik menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah tersebut, sehingga para masyarakat di sekitar tidak beralih ke sekolah lain.

“Daerah kita banyak pilihan buat anak bersekolah pak, buktinya justru sekolah swasta yang berdampingan dengan sekolah negeri di desa kita bahkan murid yang bersekolah dari luar desa juga banyak”, ucap Daim Waspada.

Dilanjutkan oleh Daim Waspada, bahwa sekolah sekolah negeri yang bernaung di bawah Dikbud lampung timur dengan korwil kecamatan pekalongan harus mempunyai inovasi-inovasi baru untuk berdaya saing dengan sekolah lain, baik itu sarana prasarana sekolah dan tenaga didik yang mampu di bidangnya masing-masing.

“Memang benar kami pernah rembukan dengan pihak sekolah dan korwil bapak sutrisno, tetapi dari pihak sekolah dan bapak sutrisno selaku korwil tidak pernah melakukan perubahan guna peningkatan daya saing di segala aspek sehingga kami pun kesulitan untuk memberi arahan kepada wali murid agar anak-anaknya bisa bersekolah di sekolah negeri yang ada,” jelasnya.

Sementara di lain tempat, salah satu kepala sekolah SDN 3 Wonosari Ibu Siti Aminah S,Pd. mengungkapkan bahwa untuk mendapatkan anak-anak didik baru di sekolahnya, beliau sangat prihatin karena minat wali murid yang rendah untuk bersekolah di sekolah yang beliau bina,.

“Saya sempat bahkan berikan sembako berupa gula dan minyak goreng secara pribadi sebagai rasa terima kasih saya kepada wali murid yang mendaftarkan anaknya di sekolah ini guna semata-mata agar sekolah kami tetap bertahan proses belajar mengajarnya,” Ucap Siti Aminah.

Diketahui sekolah Ibu Siti Aminah,S,pd. Sebagai Kepala Sekolah SDN 3 Wonosari hanya mempunyai murid kelas 1 jumlah 7 murid, kelas II jumlah 2 murid, kelas III jumlah 5 murid, kelas IV jumlah 3 murid, kelas V jumlah 5 murid dan kelas VI berjumlah 9 murid.

Hal yang sangat miris dan butuh perhatian semua pihak guna bergairahnya dunia belajar mengajar terutama di kecamatan pekalongan termasuk peran serta awak media dan seluruh lapisan instansi terkait terutama korwil kecamatan setempat Bapak Sutrisno serta pengawas sekolah, namun sangat di sayangkan Bapak Sutrisno selaku korwil Pekalongan belum dapat di temui oleh awak media di kantornya bahkan menurut informasi handphone Bapak Sutrino juga dalam keadaan rusak. (Darwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *