Camat Kotabumi Buka Kegiatan Sosialisasi OPK Lampura Tahun 2021

LAMPUNG UTARA-Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kabupaten Lampung Utara yang diwakili oleh Tim Tugas Pendataan BKKBN Lampura, Husnah melaksanakam kegiatan sosialisai Orientasi Pendataan Keluarga (OPK) Tahun 2021, di aula kantor camat, kecamatan Kotabumi, kabupaten setempat. Rabu (17/03/2021).

Acara tersebut di buka secara langsung oleh Camat Kotabumi Iwan Sagitariza yang didampingi Tim Pendataan BKKBN Lampura, Husnah, Kepala UPT PLKB Kecamatan Kotabumi, Holida.

Dalam sambutannya pada pembukaan acara tersebut, Camat Kotabumi, Iwan Sagitariza berharap kepada seluruh kader pendataan kecamatan Kotabumi untuk dapat menyimak secara cermat tentang yang disampaikan oleh Tim Pendata dari BKKBN Lampura dan UPT PLKB kecamatan Kotabumi, agar nantinya tidak terjadi tentang kesalahan dan kekeliruan dalam infut data pada server manajer data di kecamatan Kotabumi.

“Terimakasih atas partisipasi dari Tim Pendataan BKKBN Lampung Utara yang telah melaksanaan kegiatan sosialisasi Orientasi Pendataan Kependudukan (OPK) di kecamatan Kotabumi,” ungkap Iwan Sagitariza.

Pada momentum yang sama, Kepala UPT PLKB Kecamatan Kotabumi, Holida menyebutan bila kegiatan sosialisasi OPK ini di ikuti oleh sejumlah 82 peserta kader pendataan dari kelurahan dan desa se-kecamatan Kotabumi.

Dijelaskan oleh Holida, bila pelaksanaan pendataan tersebut akan dilaksanakan selama dua hari dan Holida juga mengatakan bila pendataan tersebut nantinya diupayakan dapat terselesaikan dalam tempo satu hari.

Ditambahkan Holida, proses pendataan ini akan dilaksanakan secara smarthphone (android) dan manual. Holida berharap nantinya pelaksanaan kegiatan ini dapat maksimal.

“Bila belum menguasai android, peserta dapat pakai secara manul agar pendataan dapat valid,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BKKBN Lampura yang diwakili Tim Pendataan Kabupaten, Husnah, menyampaikan bila pendataan keluarga bertujuan guna membangun keluarga Indoneaia menjadi sejahtera. Hasil dari pendataan ini akan dijadikan sebagai pedoman bagi pemerintah pusat dalam membuat kebijakan.

Pendataan keluarga ini, lanjut Husnah, untuk mendapatkan data keluarga Indonesia. Karena itu pentingnya petugas lapangan untuk bertemu langsung dengan masyarakat, mengingat proses data ini akan sampai ke pusat.

“Data secara android (smartphone) dan manual akan bertemu di server manajer data di kecamatan, setelah itu data valid akan terlihat,” kata Husnah. (ica/dra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *