DAERAHLAMPUNG UTARANASIONALOPINI

Generasi Z, Pariwisata dan Media Sosial

(Nama:Alpha Irawan/NPM:2126031008)

BADAN Pusat Statistik pada tahun 2021 telah merilis hasil sensus penduduk, hasilnya generasi z dan generasi milenial merupakan penduduk yang mendominasi di Indonesia. 

Generasi Z yang lahir antara tahun 1997 sampai dengan  tahun 2012 merupakan penduduk terbanyak di Negeri ini yakni 27,94% dari seluruh jumlah penduduk yang ada di Indonesia.

Dengan mendominasinya generasi Z / Gen Z di Indonesia, mereka memiliki peranan dan pengaruh yang penting bagi perkembangan bangsa Indonesia baik  kini maupun nanti.

Generasi Z merupakan generasi yang sangat akrab dengan dunia digital dan media sosial (facebook, Instagram, Twitter, Whatsapp, tiktok, line dan aplikasi lainnya.

Mereka menggunakan itu semua sebagai ruang sosial mereka, yang bisa mereka jadikan sebagai salah satu bentuk aktualisasi diri. Kita bisa melihat dan menemukan fakta bahwa hampir seluruh generasi Z sangat aktif dalam media sosial tersebut.

Kedekatan yang sangat intens ini tentu banyak mempengaruhi cara pandang mereka terhadap hal-hal disekitar mereka termasuk cara pandang terhadap agama dan aktualisasi dalam beragama. 

Berdasarkan riset GlobalWebIndex yang diberitakan oleh BBC, melansir bahwa di Indonesia pengguna sosial media dengan rentang usia 16 sampai dengan 24 tahun menghabiskan waktu 195 menit/hari.

Data lain dari Nielsen Media, yang dikutip merdeka.com, mencatat bahwa kepemilikan smartphone dalam Generasi Z saat ini mencapai 86 persen, lebih banyak dibanding generasi terdahulunya. 

Generasi Z dengan usia antara 20-24 tahun paling banyak menghabiskan waktu untuk menggunakan internet terutama melalui smartphone. Waktu berinternet mereka minimal 4 jam sehari.

Berdasarkan data yang dirilis oleh BPS tahun 2020, Jumlah wisatawan nusantara berusia 15-34 tahun berjumlah 29.24% yang berarti hampir mencapai sepertiga jumlah wisatawan nusantara.

Kementerian Parekraf memperkirakan tahun 2030 wisatawan nusantara usia 15-34 tahun akan mencapai 50% dari jumlah wisatawan nusantara.Pada posisi ini generasi Z menjadi sasaran objek pariwisata sebagai konsumen. 

Selain berperan sebagai konsumen pariwisata, generasi Z juga bisa berperan sebagai agen periklanan gratis.Disinilah kolaborasi antara dunia digital, sosial media dan generasi Z.

Generasi Z yang ingin mengaktualisasikan dirinya dimana saja mereka berada, merupakan sarana iklan gratis bagi sektor pariwisata.
Apalagi banyak generasi Z yang berprofesi sebagai konten kreator, ini menambah keuntungan bagi sektor wisata.

Media sosial juga mulai kreatif dalam mengembangkan fitur fitur. Fitur fitur ini memaksa pengguna untuk menampilkan sesuatu.

Instagram, yang dahulu hanya bisa memposting foto-foto yang tidak bergerak, mengembangkan aplikasinya agar bisa menampilkan video berdurasi cukup lama, seperti IG Stories, IG TV dan berkembang lagi menjadi reels. Youtube sendiri tidak mau kalah dengan Instagram, youtube  mengembangkan aplikasi video berdurasi pendek yang diberi nama shorts video. 

Whatsapp pun begitu, mereka bisa menampilkan status berupa video yang bisa dinikmati oleh kontak wa yang tersimpan satu sama lain.

Perkembangan perubahan video ini dimulai dengan aplikasi asal china yang bernama Tiktok, aplikasi video pendek pertama di dunia yang sangat digemari oleh generasi Z.

Fitur-fitur media sosial yang terus berkembang saat ini yang memaksa para penggunanya untuk selalu eksis, membuat penguna selalu mengunggah peristiwa peristiwa yang mereka alami. Salah satu challange yang saat ini lagi viral ada di Instagram adalah challenge tampilkan foto anda, apa saja asal di salah satu daerah atau negara.

Foto-foto dengan segala aktivitas mereka ini yang akan menampakkan 
spot-spot keindah dalam berfoto disuatu wilayah -biasanya objek wisata, merupakan sarana gratis bagi pariwisata untuk beriklan.

Selain fitur mengunggah foto dan video, dibeberapa media sosial juga bisa 
berkolaborasi dengan aplikasi lokasi dan peta, sehingga memudahkan orang lain untuk mengetahui dimana lokasi tempat wisata itu berada. Lokasi tersebut bisa menjadi panduan untuk menuju ke lokasi wisata. 

Fitur like, komentar, dan memposting ulang, yang interaktif menjadi tambahan daya tarik bagi masyarakat untuk menemukan mana lokasi yang biasa saja, menarik bahkan 
sangat menarik yang sering diistilahkan dengan hidden gem/atau berlian yang 
tersembunyi.

Semakin banyak yang like, komen dan share bisa menjadikan suatu lokasi wisata tersebut menarik dan layak untuk dikunjungi.

Tak sedikit pula generasi Z yang menjadi konten kreator pada destinasi wisata tertentu, misal destinasi wisata alam seperti pegunungan, pantai.

Ada juga yang menjadi konten kreator wisata di perkotaan hingga konten kreator wisata stay cation yang membahas tentang penginapan/hotel yang ada diberbagai belahan di nusantara. 

Semakin banyaknya spesifikasi mereka, semakin memudahkan masyarakat untuk menemukan apa yang masyarakat perlukan yang disesuaikan dengan keinginan.

Selain informasi tentang keindahan lokasi parawisata, banyak para generasi Z ketika mereka mengunjungi lokasi wisata memberikan informasi yang sangat lengkap.

Informasi itu menyangkut biaya, jenis transportasi yang digunakan, akomodasi yang mereka tempati, saran ketika mengunjungi suatu lokasi wisata yang baru dan penjelasan yang lainnya yang sangat dibutuhkan.

Informasi-informasi yang sangat 
lengkap tadi, menjadikan tambahan daya tarik untuk masyarakat melakukan wisata.

Kemudahan mencari informasi dalam gawai yang hanya segenggaman tangan yang sangat informatif, komunikatif dan interaktif akan membantu perkembangan pariwisata yang ada di daerah bahkan di negara kita.

Tidak jarang masyarakat sebelum melakukan perjalanan mencari informasi tentang tujuan wisatanya melalui internet, termasuk di media sosial. 

Dengan banyaknya pengguna media sosial di Indonesia, sangat dimungkinkan akan membantu berkembangnya parwisata di 
Indonesia.

Generasi Z, Media Sosial dan Pariwisata akan menjadi kolaborasi yang baik dan efektif dalam membangun dunia pariwisata tanah air dalam menarik wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara. (**)

Comment here