Petinggi Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Baraja Ditangkap

Kombes Hengki Haryadi, didampingi Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Ino, Walikota Eva Dwiiana. (foto: ist)
Kombes Hengki Haryadi, didampingi Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Ino, Walikota Eva Dwiiana. (foto: ist)

BANDAR LAMPUNG-Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menangkap Ketua Umum Organisasi Maryarakat Kholifah Amirul Mukminin, atau dikenal dengan sebutan Khilafatul Muslimin dunia, Ust Abdul Qodir Hasan Baroja (80), warga Jalan Seseno, Telukbetung Selatan, Selasa (07/06/ 2022)

Tim di Pimpin langsung oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi, dibantu Tim Jatanras Polda Lampung, dan Resmob Polresta Bandar Lampung, mengamankan Abdul Qodir Hasan Baroja, setelah sempat diberi waktu untuk melaksanakan sholat subuh, di Masjid Kekhokifahan Islam, komplek Ruko markas organisasi tersebut, di Jalan Krakatau, Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung.

Disakssikan tokoh agama, hingga Pihak Pemerintahan Kota Bandar Lampung, dan TNI, Pimpinan Khilafatul Muslimin dunia itu dibawa dari kantor Pusat ke Polresta Bandar Lampung.

Kombes Hengki Haryadi, di Dampingi Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Ino, Walikota Eva Dwiiana, Dandim Kota Bandar Lampung, Ketua MUI Kota Bandar Lampung, dan beberapa tokoh agama menyebutkan, Abdul Qadir Baraja ditangkap karena organisasinya diduga melakukan aktivitas yang bertentangan dengan idiologi bangsa Indonesia yaitu, Pancasila.

“Pimpinan ormas bernama AQB (Abdul Qadir Baraja) ini, merupakan mantan narapidana dua kali kasus terorisme. Warga kelahiran Nusa Tenggara Barat (NTB) ini, dua kali ditahan dengan hukuman masing-masing 3 tahun dan 13 tahun penjara. Memimpin Ormas dengan mengaku selama ini bahwa mereka mendukung NKRI dan Pancasila,” kata Hengki.

Namun, lanjutnya, dalam fakta dan prakteknya kegiatan ini bertentangan dengan Pancasilan, dan berpotensi menyebarkan hasutan dan kabar bohong.

“Dari hasil penyelidikan bertentangan dengan Pancasila. Ada website, Chanel Yutube, selebaran-selebaran rutin yang dibuat, semua sudah dikaji, dan berisikan ajakan hasutan bertentang dengan konstitusi,” kata Hengki.

Ia mengatakan, penindakan ini dilakukan tidak semata mata hanya pada person, tetapi juga mengarah kepada organisasinya. Termasuk, jaringan-jaringan kelompok-kelompok lainnya.

“Ini menjadi langkah awal, menindak
organisasi di tempat lain yang merupakan bagian dari ormas ini,” kata mantan Kapolres Metro Jakarta Pusat dan Jakarta Barat ini.

Menurut Hengki, dalam hasil penyelidikan banyak hal-hal yang sangat kontradiktif dari apa yang disampaikan oleh pimpinan pimpinan Khilafatul Muslimin. Bahkan, hingga kini, Ormas Khilafatul Muslimin tidak terdaftar dan tak berbadan hukum.

“Kami temukan peristiwa pidana ternyata kegiatan kegiatan yang dilaksanakan ormas ini, baik ormas yang tidak terdaftar maupun yang berbadan hukum, ternyata kegiatan ini sangat bertentangan dengan Pancasila,” ujar Hengki.

Ditambahkanya, kepolisian juga telah menyelidiki sejumlah kegiatan Khilafatul Muslimin melalui website, dan youtube yang berisi ceramah. Kemudian, dianalisis dari berbagai keterangan ahli. Baik ahli agama Islam dari Kemenkumham, ahli perdata, ahli pidana dan sebagainya menyatakan bahwa ini merupakan delik ataupun perbuatan melawan hukum.

“Kegiatan Khilafatul Muslimin, melanggar UU Ormas, dan UU No: 1/1946, tentang penyebaran berita bohong yang dapat menimbulkan keonaran. Karena itu, kita berkordinasi dengan kepala daerah, Forkompimda beserta ulama untuk menindak ormas yang bertentangan dengan NKRI dan Pancasila,” katanya.

Diketahui, Tim Ditkrimum Polda Lampung juga menggeledah markas Khilafatul Muslimin, dan membawa sejumlah berkas-berkas terkait oragnisasinya, dan perangkap CPU komputer, dan buku buku lain yang ada di markas tersebut.

“Kami tidak tahu, kami memanggil Kholifah, dia itu ketua Dunia, karena cabang-cabang banyak diluar negeri. Kantor pusat disini. Kholifah didatangi Tim Polisi, katanya mau dimintai keterangan. Tapi ternyata ditangkap,” kata seorang pria yang kerap mendampingi Abdul Qadir Baraja.

Menurutnya, Abdul Qadir Baraja adalah pria kelahiran NTB dan tinggal di Bandar Lampung.

“Aslinya ya orang Teluk, tapi kelahiran NTB. Kholifah itu sudah tua, sudah 80 tahun, harus didampingi. Khilafatul Muslimin, ini organisasi tidak hanya muslim, tapi non muslim juga, Rahmatan lilalamin, muslimin seduania,” katanya. (ron/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *