PROVINSI

Gubernur : ICMI Memiliki Peran Penting Dalam Pembangunan Daerah Lampung

BANDARLAMPUNG—Gubernur Lampung Arinal Djunaidi secara resmi membuka Musyawarah Wilayah VII Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Lampung, di Gedung Convention Hall Mahligai Agung Pascasarjana UBL, Kamis (28/7/2022).

Gubernur Arinal Djunaidi mengatakan bahwa sejak kelahirannya di tahun 1990 yang lalu, ICMI merupakan kumpulan cendekiawan yang terpanggil untuk memberikan kontribusi, gagasan dan pemikiran untuk mengatasi persoalan- persoalan kebangsaan.

“Hari ini adalah hari yang telah lama kami nantikan dan sangat penting, dimana para cendikiawan seluruh Lampung berkumpul ditempat ini, dibawah wadah kepengurusan ICMI. Momen ini kiranya dapat dimanfaatkan dengan baik, sehingga menghasilkan kontribusi, bagi pembangunan Provinsi Lampung kedepan,” ucap Gubernur.

Gagasan-gagasan ICMI menurut Gubernur Arinal Djunaidi yang juga sekaligus sebagai Ketua Dewan Penasehat ICMI Orwil Lampung, selama ini sangatlah brilian, komprehensif, mendalam, dan akurat berdasarkan analisis-analisis yang tajam baik secara teoritis maupun empiris.

Hal itu terbukti dengan karya-karya ICMI selama ini yang dapat kita rasakan bersama, antara lain ICMI bersama MUI menginisiasi pendirian Bank Muamalat yang merupakan Bank Syariah pertama di Indonesia. ICMI juga mendirikan penerbitan Harian Republika sebagai wadah aspirasi umat Islam.

Begitu juga di Provinsi Lampung, menurut Gubernur Arinal Djunaidi, ICMI memiliki peran penting dalam pembangunan daerah Lampung.

“Dibawah kepemimpinan bapak Prof. Dr. Ir. H. M. Yusuf Sulfarano Barusman, MBA. Saya menilai bahwa ICMI Lampung telah berhasil membawa kepengurusan dengan program-programnya yang lebih baik, dan selalu selaras serta bersinergi dengan program-program pembangunan daerah Lampung. Lebih khusus dalam pemikiran-pemikiran dan bantuannya didalam mensukseskan salah satu program unggulan daerah Lampung yaitu Kartu Petani Berjaya,” tegas Gubernur.

Melalui MUSWIL ini, Gubernur meminta agar peran ICMI Lampung kedepan dapat lebih maksimal khususnya dalam bentuk kontribusi pemikiran-pemikirannya untuk pembangunan Daerah Lampung.

“Saya berharap, hal-hal yang telah dilakukan oleh kepengurusan sebelumnya dapat menjadi tolok ukur keberhasilan ICMI sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam menentukan kebijakan program ICMI, dalam kepengurusan yang akan datang,” tutup Gubernur

Adapun Ketua Umum ICMI Pusat Prof. Dr. Arif Satria, SP, M.Si., dalam sambutannya menyatakan bahwa dengan nafas keislaman, kecendekiawanan, dan keindonesiaan ICMI memiliki 4 peran dalam transformasi Bangsa.

Yaitu ICMI sebagai solusi dan inspirasi bangsa, Kedua, ICMI menjadi rumah besar umat Islam, Ketiga, ICMI mengawal kehidupan berbangsa dan bernegara,

“Dan keempat, ICMI mempelopori gagasan-gagasan dan gerakan agenda-agenda aksi untuk pembangunan. Saya kira yang penting sekarang itu yang disoroti bapak Presiden bahwa ICMI harus ambil andil dalam proses transformasi bangsa ini,” kata Arif.

Arif Satria juga menyatakan, bahwa program Ekonomi Kerakyatan yang diusung oleh Gubernur Lampung, dengan fokus pembangunan masyarakat desa, sejalan dengan program Desa Cendikia yang digagas oleh ICMI saat ini.

“Desa Cendekia adalah program sentra pembelajaran desa agar kemajuan dan kekuatan bangsa tercipta dari penduduk yang semakin cerdas di daerah,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang diwakili oleh Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT Mayjen TNI Nisan Setiadi, mengatakan bahwa persoalan bangsa yang dihadapai saat ini adalah intoleran, ujaran kebencian, radikalisasi, dan terorisme.

Hal-hal tersebut menurut Nisan Setiadi dapat mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, oleh karenanya BNPT telah membangun sistem deteksi dini bersama masyarakat, agar dapat secara bersama-sama menanggulangi hal tersebut.

“Untuk itu Kepala BNPT meminta agar semua pihak, termasuk para pendidik, alim ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat, agar segera mengingatkan bahaya ujaran kebencian yang dapat menghasut kekerasan, merusak kohesi sosial dan toleransi, dan menyebabkan kerugian psikologis, emosional, dan fisik bagi siapa pun yang terkena dampak. Hal itu bisa dilakukan dengan sedini mungkin menanamkan sikap toleransi,” ucapnya.

Adapun menurut Ketua ICMI Orwil Lampung Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, M.B.A. Muswil VII ICMI Orwil Lampung yang dilaksanakan hari ini mengusung tema : “Membangun Sumber Daya Manusia Yang Bermartabat Mewujudkan Lampung Berjaya”.

Yusuf S. Barusman menyampaikan bahwa selama ini ICMI Orwil Lampung telah banyak melaksanakan kegiatan, baik yang berupa saran pemikiran, bantuan sosial, maupun program-program sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat

“Beberapa waktu lalu ICMI Lampung secara intensif telah melakukan berbagai kegiatan edukasi, salah satunya melalui Gerakan Bersama Kita Kuat (Gema Taat), selain itu juga ICMI melalui program respon bencana, aktif melakukan penggalangan bantuan bencana,” ungkap Barusman.

Yusuf S. Barusman juga menyatakan bahwa ICMI berkomitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, salah satunya dengan bekerjasama dengan BNPT melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. (kmf)

Comment here