
LAMPUNG BARAT-Bupati Lampung Barat (Lambar), Parosil Mabsus melakukan peletakan batu pertama pembangunan gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Liwa Resort Lambar Distrik XXXII Lampung, di Kelurahan Way Mengaku Kecamatan Balik Bukit, Minggu (11/09/2022).
Selain Bupati Parosil, kegiatan itu juga dihadiri Asisten Bidang Administrasi dan Umum, Ismet Inoni, Camat Balik Bukit M Yones, Praeses Distnk XXXII Lampung, Pdt Samuel Sitompul Pendeta Ressort Liwa Lambar, dan Parhalado, Pdt HKBP Sekincau, serta seluruh jemaat HKBP Liwa.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Parosil Mabsus menerima ulos sebagai tanda tamu kehormatan dari jemaah gereja setempat.
Ulos atau sering juga disebut, kain ulos adalah salah satu busana khas Indonesia. Ulos secara turun temurun dikembangkan oleh masyarakat Batak, Sumatera Utara.
Ketua Panitia Pembangunan Gereja
HKBP, Saprizal Pasaribu mengatakan,
HKBP Liwa berdiri sejak tahun 1988, dan mengalami peningkatan jemaat setiap tahunnya.
Dikatakannya, sesuai statistik HKBP Liwa tahun 2003 berjumlah 118 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di dua kabupaten yaitu, Lambar, dan Kabupaten OKU Selatan Provinsi Sumatera Selatan.
“Jemaat HKBP dari Kabupaten OKU Selatan melingkupi Banding Agung, dan Gunung Raya. Sementara, di Kabupaten Lambar melingkupi Kecamatan Sukau, dan Balik Bukit,” ujar Saprizal.
Menurutnya, pada 11 Mei 2003 terbentuk HKBP Persiapan Ressort Liwa yang memisahkan diri dari HKBP Resort Kotabumi.
Dikatakan Saprizal, untuk jemaat pagaran atau pelayanan adalah HKBP Sekincau, HKBP Fajar Bulan, dan HKBP Sukamaju pada 18 April 2004 resmi menjadi Ressort Definitif yaitu, HKBP Liwa Resort Liwa Kabupaten Lambar.
Kemudian, lanjutnya, HKBP Liwa saat ini memiliki kurang lebih 160 KK, tidak termasuk Pagaran HKBP Sekincau, HKBP Fajar Bulan, dan HKBP Sukamaju dengan intensitas ibadah dilakukan 2 kali, yaitu saat pagi dan siang.
“Jadi hal inilah, yang mendasari pembangunan Gereja HKBP Liwa yang representatif, untuk mendukung sarana dan prasarana ibadah,” tukasnya.
Sementara itu, Bupati Lambar Parosil Mabsus mengatakan, selama menjabat sebagai kepala daerah sudah meresmikan dua gereja di dua kecamatan.
“Selama 4,8 tahun menjadi Bupati Lambar, saya sudah meresmikan dua gereja. Pertama di Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS), dan gereja yang ada di lingkungan Simpang Serdang, Kelurahan Way Mengaku Kecamatan Balik Bukit,” ujarnya.
Parosil juga menyampaikan terima kasih kepada jemaah gereja HKBP Liwa yang telah mempercayakan dirinya melakukan peletakan batu pertama pembangunan tempat ibadah tersebut.
Menurutnya, membangun sarana ibadah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, akan tetapi menjadi bagian tanggung jawab dari jemaah.
“Saya hadir untuk memberikan dorongan, doa dan bantuan. Dengan harapan, agar yang menjadi tujuan, dan target jemaat HKBP dapat tercapai. Kuncinya sama, tidak ada yang tidak mungkin, tidak ada yang mustahil, apalagi bicara rumah ibadah, ini bicara tabungan. Tabungan kepada siapa? Tabungan kepada Tuhan,” pungkasnya. (Hendri/*)












