DAERAHHUKUMTUBA

Setubuhi Pelajar SMP, Buruh Ditangkap Polsek Banjar Agung

TULANG BAWANG-Pelaku tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur, ditangkap jajaran Polsek Banjar Agung Polres Tulang Bawang (Tuba).

Tersangka yang ditangkap seorang buruh berinisial YT (18), warga Kampung Banjar Dewa, Kecamatan Banjar Agung Kabupaten Tuba.

“Petugas berhasil menangkap YT, tanpa perlawanan di rumahnya di Kampung Banjar Dewa, Sabtu (24/09/2022) lalu,” kata Kapolsek Banjar Agung, AKP M Taufiq mewakili Kapolres Tuba, AKBP Hujra Soumena SIK, Selasa (27/09/2022).

Dalam kasus ini, lanjut AKP Taufiq, petugasnya menyita barang bukti (BB) berupa handphone (HP) merek Realme C11 warna hijau, sepeda motor Honda Revo Absolute warna hitam, B 6454 EWZ, tikar lantai, dan pakaian yang dikenakan oleh korban saat terjadinya tindak pidana.

Kapolsek menjelaskan, menurut keterangan dari bapak kandung korban berinisial T (51), warga Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), mulanya korban berinisial N (12), berstatus pelajar kelas 1 SMP, Selasa (20/09/2022), pukul 17.00 WIB, pergi dari rumah dengan alasan membeli pulsa.

Namun, sampai malam harinya tak kunjung pulang, Rabu (21/09/2022) sore, korban bertemu dengan kakak kandungnya di Simpang Tunas, Kecamatan Gunung Terang, lalu diajak pulang ke rumah.

“Saat tiba di rumah, korban lalu ditanya oleh bapak kandungnya semalam menginap dimana, dan korban menjawab bahwa dia menginap di Kampung Banjar Dewa, Kecamatan Banjar Agung. Selama menginap korban mengaku telah disetubuhi sebanyak tiga kali oleh pelaku,” jelas AKP Taufiq.

Mendengar cerita tersebut, bapak kandung korban langsung naik pitam dan melaporkan peristiwa yang dialami oleh anak perempuannya ke Mapolsek Banjar Agung, Jumat (23/09/2022) siang. Berbekal laporan ini, petugas kami langsung mencari keberadaan pelaku dan akhirnya pelaku berhasil ditangkap.

“Saat ini, pelaku sudah ditahan di Mapolsek Banjar Agung, dan dikenakan Pasal 81 ayat (2) UU Perlindungan Anak dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun, dan paling lama 15 tahun, dan denda paling banyak Rp5 miliar,” tandasnya. (**)

Comment here