
LAMPUNG BARAT-Sejumlah petani di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) mengeluh, merosotnya harga sayuran jenis wortel, dan mahalnya harga pupuk serta obat-obatan.
Keluhan itu, disampaikan Karim salah satu petani sayuran di Pekon Sukarame, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lambar.
Karim mengatakan, sejak awal tahun 2022 lalu harga wortel di Lambar tak kunjung membaik, sedangkan harga pupuk dan obat-obatan terus naik.
“Saat ini harga wortel hanya Rp1.500/kg, dengan harga segitu syukur-syukur bisa balik modal jika dibandingkan harga pupuk dan obat-obatan yang semakin mahal, apalagi saat ini cuaca kadang tidak menentu. Kalau tidak mau gagal panen, para petani harus ekstra dalam memberikan obat-obatan herbisida maupun pestisida,” ungkapnya, Rabu (12/10/2022).
Karim berharap, pemerintah berperan untuk menstabilkan harga sayuran, dan pupuk pertani. Agar petani, bisa memenuhi kebutuhan hidup dari hasil tanaman, dan bisa menanam kembali.
Sementara itu, Giono salah satu agen penampungan sayuran mengaku, ada beberapa harga sayuran yang masih anjlok, seperti wortel hanya Rp1.500/kg, karena membludaknya sayuran tersebut akibatnya sepi permintaan dari pasar.
Contohnya, kata Giono, sayuran jenis Muntul harganya mencapai Rp3.000/kg, dan termasuk bagus dibandingkan wortel, karena masih tingginya permintaan pasar.
“Sebenarnya, kami kasihan dengan petani Wortel. Tapi, disisi lain kami masih kesulitan untuk menjualnya jika menampung terlalu banyak,” pungkas Giono. (Anton/Hendri)












