DAERAHHUKUMMESUJINASIONAL

Kajati Lampung Resmikan Operasional Kantor Kejari Mesuji

Penjabat (Pj) Bupati Mesuji, Sulpakar bersama Kajati Lampung, Nanang Sigit Yulianto saat meresmikan operasional kantor kejaksaan negeri, dan Rumah Restorative Justice Serasan sergam, di Brabasan Kecamatan Tanjung Raya, Jumat (18/11/2022). (foto: Misdi)

MESUJI-Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung, Nanang Sigit Yulianto meresmikan operasional kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Mesuji, dan Rumah Restorative Justice Serasan sergam, di Brabasan Kecamatan Tanjung Raya, Jumat (18/11/2022).

Kedatangan Kajati Nanang disambut Kajari Mesuji, Azi Tyawardana.SH.MH, Penjabat (Pj) Bupati Sulpakar, Sekdakab Syamsudin, Kapolres AKBP Yuli Haryudo, Dandim 0426/Tuba Letkol Inf Triano Iqbal, Frokopimda, Camat, kepala desa (Kades), dan undangan lainnya.

Pj Buati Mesuji, Sulpakar mengatakan, bahwa untuk kantor kejaksaan, tempat sudah disiapkan tinggal proses pembangunan.

“Saat ini, kantor kejaksaan tinggal proses pembangunannya, karena tempat sudah kita siapkan,” terangnya.

Sementara itu, Kajari Kabupaten Mesuji, Azi Tyawardana mengatakan, bahwa pihaknya berterimaksih kepada Pemkab yang sudah membantu, dan menyiapkan tempat untuk kantor Kejaksaan.

“Saya dilantik sebagai Kajari Mesuji pada 6 September 2022, dan tanpa adanya dukungan dari Pemkab Mesuji berat, karena saat ini kejaksaan belum memiliki kantor sendiri,” jelasnya.

Ditempat yang sama Kajati Lampung, Nanang Sigit Yulianto mengapresiasi Pemkab Mesuji, yang sudah membantu sehingga kantor kejaksaan bisa beroperasi dan berjalan.

“Saya berharap, dengan adanya kejaksaan di Mesuji bisa membawa manfaat untuk penegakan hukum,” imbuhnya.

Menurut, Nanang, penegakan hukum harus mengandung unsur keadilan. Kepastian hukum dan kemanfaatan, bahkan masyarakat harus merasakan manfaat adanya penegakan hukum tersebut.

Terkat rumah restorative justice kedepan harus bisa berjalan. Sedangkan, untuk kasus narkoba Kajati berpesan agar jangan diberi ampun, dan harus ditindak dan dihukum sesuai perturannyang berlaku sebab narkoba adalah musuh bersama yang harus ditindak. Sedangkan, untuk pecandu narkoba itu harus direhab.

“Rumah Restorative Justice nantinya bisa berjalan dan bisa dirasakan manfaatnya khusunya  masing-masing pihak, Sehingga tidak ada lagi yang perlu dituntut di pengadilan, karena sudah selesai di Rumah Restorative Justice,” pungkasnya. (Mis)

Comment here