
MEDIARAKATA, TULANG BAWANG BARAT – Beniyansah, S.T. menjadi Kepalo Tiyuh (Kepala Desa) termuda di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung.
Pria yang akrab disapa Beni ini, merupakan Kepalo Tiyuh Wonokerto, Kecamatan Tulangbawang Tengah.
“Benar, beliau kepalo tiyuh termuda di Kabupaten Tubaba,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Tiyuh (DPMPT) Tubaba, Sofiyan Nur didamping Kabidnya, Ashari kepada wartawan, Minggu (10/06/2023).
Ia dilantik pada 21 Desember 2021 lalu. Setelah mengalahkan tiga calon lain.
Saat itu, Beni memperoleh suara sebesar 791 suara atau sekitar 60 persen dari 1320 total suara.
Beni merupakan putra kelahiran Wonokerto, Kabupaten Tubaba, pada 29 Mei 1995. Saat dilantik sebagai kepalo tiyuh, ia berusia 26 tahun. Dengan status lajang.
Namun, kini Beni telah berkeluarga. Ia menikah pada September 2022 lalu.
Pendidikan.
Beni pertama kali mengenyam pendidikan di SD Negeri 1 Wonokerto, dan lulus pada tahun 2008.
Ia lanjut ke SMP N 1 Tulangbawang Tengah (2011).
Kemudian, naik ke pendidikan menengah atas di SMK 1 Tulangbawang Tengah (2014).
Pada tahun 2020, Beni menyelesaikan perkuliahannya, Jurusan Teknik Mesin, Strata satu (S1), Fakultas Perindustrian, Institut Teknologi Akademi Perindustrian (IST AKPRIND) Yogyakarta.
Organisasi.
Semasa kuliah, Beni aktif dalam organisasi kemahasiswaan, pada tahun 2018- 2020, ia menjadi anggota bidang olahraga, Ikatan Mahasiswa Tubaba ( Galasi Tubarayo).
Ia juga sering tampil dalam berbagai event kegiatan muda-mudi kampus. Diantaranya,
-Pada tahun 2016, pernah menjadi juara satu olahraga catur antar jurusan di kampus mewakili teknik mesin tahun 2016.
-Di dunia perfilman pernah 1 frame dengan Michel Zudit yang berjudul calon bini, dan juga pernah bermain di film dokumenter ganjar pranowo, berperan sebagai Juned (Senior Ganjar).
Pada tahun 2019 pernah di nobatkan sebagai best talent mulei menganai mewakili Ikatan Mahasiswa Tubaba Yogyakarta.
Di tahun yang sama, ia juga juara 3 best model DIY.
Ia selalu menjadi ketua panitia di berbagai kegiatan. Salah satunya mudik bareng mahasiswa Tubaba yang berkuliah di Yogyakarta untuk pertama kalinya.
-Ketua panitia event bola voli Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) Lampung di Yogyakarta.
Sewaktu kuliah, ia juga pernah menjadi Aslab ( asisten laboratorium) FDM, Fenomena dasar mesin (2017-2021).
Selain organisasi kemahasiswaan, Beni juga pernah menjadi Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) rantau Sumatra Jawa Tengah- Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2019-2020.
Perjalanan Karier.
Seusai kuliah, Beni memutuskan untuk pulang ke kampung halaman pada tahun 2020.
Hal pertama yang dilakukan saat pulang kampung, Beni membuat lingkungan bank sampah di tiyuhnya.
Kemudian, ia juga membuat gerakan para pemuda-pemudi, yang berfungsi untuk perawatan mushola.
Setahun kemudian, pada Juni 2021, Beni akhirnya memulai karier sebagai guru honorer di SMK Muhammadiyah Tumijajar, Tubaba. Serta membantu mengajar di SMK1 Tulangbawang Tengah, sebagai guru jurusan teknik.
Dan pada bulan Agustus 2021, Beni mencalonkan diri sebagai Kepalo Tiyuh. Sampai akhirnya dilantik.
Kepada Media Rakata, Beni menceritakan awal mula alasan untuk mengabdikan diri Kepalo Tiyuh.
“Jadi pada saat saya pulang ke kampung tahun 2020, saat itu dalam kondisi pandemi Covid-19. Dan bertepatan menjelang hari raya Idul Fitri. Masyarakat diminta untuk tidak menunaikan ibadah sholat di masjid. Selain itu, saya melihat ibu-ibu memakai masker yang sudah lusuh, bekas cucian. Artinya masyarakat Tiyuh Wonokerto ini banyak yang terbilang kurang mampu. Sehingga memakai masker yang seharusnya sekali pakai,” kata dia.
“Mulai dari situlah saya ingin menjadi Kepalo Tiyuh. Pertama, tujuan saya ingin membebaskan masyarakat yang tidak bisa bercengkrama dengan keluarga, sahabat dan tetangga. Kemudian, saya ingin merubah taraf hidup masyarakat,” ucapnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Beni telah melakukan berbagai upaya. Diantaranya, mengaktifkan program jaringan internet di tiyuhnya.
Saat ini terdapat 30 rumah yang sudah bisa mengakses Wi-Fi.
Menurut Beni, jaringan internet adalah satu hal yang penting, untuk mengakses informasi.
Karena informasi merupakan kunci utama dalam berkehidupan dan berkomunikasi.
Selain itu, jaringan internet juga berfungsi untuk anak sekolah. Semenjak musim pandemi Covid-19. Anak-anak banyak belajar dengan metode daring. Yang tentunya membutuhkan jaringan internet.
“Walaupun masyarakat desa, jangan sampai ketinggalan informasi. Seperti tinggal di desa terpencil,” pungkasnya. (Jim)












