TUBABA  

Ketua DPRD Tubaba Ajak 35 Anggota Dewan Rawat Jalan di Dapil, Dorong Penertiban Truk ODOL

TULANGBAWANG BARAT — Semangat gotong royong mewarnai kegiatan perbaikan jalan ruas Tiyuh Karta Raharja menuju Kelurahan Daya Murni, Sabtu (16/5/2026).

Di tengah teriknya matahari, masyarakat, pelaku usaha, hingga sejumlah tokoh daerah turun langsung menambal kerusakan jalan yang selama ini menjadi akses penting warga.

Ketua DPRD Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Busroni, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap kondisi infrastruktur jalan di daerah.

Politisi Partai Demokrat itu menegaskan, dirinya akan mengajak seluruh 35 anggota DPRD Tubaba untuk ikut merawat jalan di daerah pemilihan (dapil) masing-masing.

“Saya akan mengajak 35 anggota DPRD Tubaba untuk merawat jalan di masing-masing dapilnya,” ujar Busroni di sela kegiatan gotong royong.

Menurutnya, kondisi keterbatasan anggaran saat ini harus dijawab dengan semangat kebersamaan antara pemerintah, legislatif, masyarakat, dan pelaku usaha. Ia mengaku bersyukur karena banyak warga ikut membantu proses perbaikan jalan, termasuk para pengusaha yang menyumbangkan material.

“Saya sangat bersyukur kepada masyarakat yang membantu gotong royong perbaikan jalan, dan para pelaku usaha yang menyumbang material,” katanya.

Busroni juga berharap ruas jalan Daya Murni dapat kembali dibangun dengan konstruksi hotmix pada tahun 2027 mendatang.

Menurut dia, jalan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Tak hanya itu, ia turut menyoroti persoalan kendaraan over dimension dan overload (ODOL) yang dinilai menjadi salah satu penyebab cepat rusaknya jalan di Tubaba.

Ia mendorong agar Dinas Perhubungan melakukan penertiban kendaraan ODOL dengan berkoordinasi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Satlantas Polres Tubaba.

“Kalau perlu kita timbang langsung mobil yang tonasenya berlebihan,” tegasnya.

Di sela kegiatan gotong royong, Busroni bahkan sempat menegur beberapa kendaraan roda empat yang diduga membawa muatan melebihi kapasitas agar tidak lagi mengangkut beban berlebih saat melintas di ruas jalan tersebut.

Ia mengakui masih banyak masyarakat yang belum memahami dampak efisiensi anggaran terhadap pembangunan infrastruktur. Karena itu, menurutnya, kegiatan gotong royong seperti yang dilakukan saat ini dapat menjadi contoh nyata kepedulian bersama dalam menjaga fasilitas umum.

“Kita akui banyak masyarakat yang belum mengetahui soal efisiensi. Untuk itu kami memberi contoh melalui gotong royong seperti ini,” ujarnya

Busroni juga mengimbau masyarakat dan perusahaan agar terus peduli terhadap pentingnya kerja sama dalam menjaga dan memperbaiki jalan demi kepentingan bersama. (Jim)