TUBABA  

Inovasi di Tengah Efisiensi, Plt.Camat TBU Bantu Subsidi Pelatihan Juleha, Dorong Penyembelihan Halal hingga Tingkat Tiyuh

TULANGBAWANG BARAT – Pemerintah Kecamatan Tulangbawang Udik (TBU), Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), menunjukkan dukungan nyata terhadap peningkatan pemahaman penyembelihan halal melalui kegiatan pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) yang akan digelar pada Sabtu, 23 Mei 2026 mendatang.

Kegiatan tersebut juga disebut sebagai inovasi yang diinisiasi langsung oleh Plt. Camat Tulangbawang Udik, Ashari, dalam mendorong penguatan ekosistem halal hingga tingkat tiyuh.

Melalui kolaborasi bersama pemerintah tiyuh dan masyarakat, program ini diharapkan mampu menciptakan juru sembelih halal yang memahami syariat sekaligus standar keamanan pangan.

Plt. Camat Tulangbawang Udik, Ashari, mengatakan dukungan yang diberikan bukan sekadar bantuan biasa, melainkan bentuk kolaborasi antara pemerintah kecamatan dan pemerintah tiyuh untuk mendorong lahirnya juru sembelih halal yang kompeten.

“Ya bukan subsidi lah ya. Tapi ini bentuk kolaborasi pemerintah kecamatan dengan pemerintah tiyuh di Kecamatan TBU. Kami mengundang para kepalo tiyuh untuk membantu pelaksanaan pelatihan Juleha,” kata Ashari, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, dukungan dari kecamatan bersama Tiyuh Karta diwujudkan melalui fasilitasi operasional kegiatan.

Bahkan, peserta yang direkomendasikan tiyuh mendapatkan keringanan biaya pelatihan.

Jika biaya umum pelatihan sebesar Rp400 ribu per peserta, panitia memberikan potongan harga sehingga peserta umum hanya membayar Rp200 ribu. Sementara peserta yang direkomendasikan tiyuh cukup membayar Rp150 ribu setelah mendapat tambahan subsidi sebesar Rp50 ribu.

Tak hanya itu, panitia juga berupaya mencari donasi untuk menunjang kebutuhan praktik pelatihan, termasuk penyediaan satu ekor sapi sebagai media praktik penyembelihan halal.

Ashari menilai antusiasme masyarakat mengikuti pelatihan Juleha sangat tinggi.

Hal itu menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya produk dan proses halal, khususnya dalam tata cara penyembelihan hewan sesuai syariat Islam.

“Kami berharap ilmu penyembelihan hewan ini bisa diadopsi masyarakat TBU. Kedua, kami berharap masyarakat memiliki sertifikat halal. Ketiga, kesejahteraan hewan juga tetap terjaga,” ujarnya.

Ia juga berharap peserta pelatihan berasal dari kalangan pengurus masjid maupun tokoh masyarakat yang selama ini terlibat langsung dalam proses penyembelihan hewan kurban maupun kebutuhan sehari-hari.

“Kami berharap yang mengikuti Juleha ini adalah para pengurus masjid. Jadi secara agama mereka mendapatkan ilmu yang lebih banyak,” katanya.

Menurut Ashari, inovasi pelatihan Juleha berbasis kolaborasi tiyuh ini juga menjadi langkah awal membangun kesadaran halal dari tingkat kampung. Ia ingin ke depan setiap tiyuh memiliki sumber daya manusia yang memahami tata cara penyembelihan halal secara benar dan bersertifikat.

Lebih jauh, Ashari menyebut pelatihan tersebut sejalan dengan dorongan Pemerintah Kabupaten Tubaba yang terus menggaungkan pentingnya sertifikasi halal bagi masyarakat dan pelaku usaha.

“Pak Bupati juga mendorong masyarakat, khususnya pelaku usaha di TBU, dapat menyandang status halal. Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap rumah potong halal bisa terwujud di setiap kecamatan,” pungkasnya. (Jim)