Tanggamus Lampung— Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanggamus menggelar sosialisasi Program Adiwiyata di Gedung NU Pekon Gisting Permai, Rabu (20/5/2026), sebagai upaya memperluas budaya peduli lingkungan di sekolah-sekolah Kabupaten Tanggamus.
Kegiatan bertema “Kolaborasi Mewujudkan Generasi Berkarakter Lingkungan untuk Indonesia Lestari” itu diikuti kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah, baik secara langsung maupun virtual. Materi utama difokuskan pada implementasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 5 Tahun 2025 tentang Program.
Dalam sambutannya, Kepala DLH Tanggamus menegaskan bahwa Program Adiwiyata tidak boleh dimaknai sebatas mengejar penghargaan administratif semata.
“Sekolah Adiwiyata bukan sekadar hias, tapi aksi nyata peduli bumi,” tegasnya.
Pernyataan tersebut patut diapresiasi. Sebab, fakta di lapangan menunjukkan tidak sedikit sekolah yang hanya aktif saat penilaian berlangsung, namun gagal menjaga konsistensi budaya lingkungan setelah penghargaan diperoleh. Program Adiwiyata kerap berhenti pada pencitraan fisik, seperti taman sekolah dan pengecatan fasilitas, tanpa perubahan perilaku yang berkelanjutan.
Padahal, substansi utama Adiwiyata adalah membangun karakter peserta didik agar memiliki kesadaran lingkungan sejak dini. Pendidikan lingkungan seharusnya tercermin dalam kebiasaan sehari-hari, mulai dari pengelolaan sampah, pengurangan plastik sekali pakai, konservasi air, hingga disiplin menjaga kebersihan sekolah.
DLH Tanggamus juga menyebut program ini diperkuat melalui Surat Edaran Bupati Tanggamus Nomor 660/3639/34/2025 tentang Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS).
Namun demikian, keberhasilan kebijakan tersebut tidak cukup hanya melalui sosialisasi dan surat edaran.
Pengawasan, pendampingan, dan evaluasi rutin menjadi faktor penting agar program tidak sekadar menjadi agenda tahunan tanpa dampak nyata.
Pemerintah daerah juga perlu memastikan seluruh sekolah memiliki fasilitas pendukung yang memadai, termasuk pengelolaan sampah, sanitasi, serta ruang hijau yang layak.
Sejumlah sekolah di Tanggamus yang telah menerima sertifikat Adiwiyata antara lain:
. SMP Negeri 1 Sumberejo
. SD Negeri 4 Kuripan
. SD Negeri 1 Tanjung Anom
. SMA Negeri 2 Kota Agung
Keberhasilan sekolah-sekolah tersebut diharapkan menjadi contoh konkret, bukan sekadar simbol penghargaan.
DLH juga mengaitkan gerakan ini dengan program ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dicanangkan Prabowo Subianto. Meski demikian, publik tentu berharap program lingkungan tidak berhenti pada slogan dan jargon birokrasi, melainkan benar-benar melahirkan perubahan budaya yang dapat dirasakan masyarakat.
Sekolah harus menjadi pusat pembentukan karakter generasi muda yang sadar lingkungan, disiplin, dan berani menjadi penggerak perubahan. Sebab, krisis lingkungan tidak dapat diselesaikan hanya dengan seremoni, melainkan melalui komitmen dan tindakan nyata yang konsisten.(*)












