TUBABA  

FISIP Unila Edukasi Literasi Digital Lingkungan di Tubaba, Dorong Generasi Muda Jadi Agen Blue Green Development

TULANGBAWANG BARAT – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Tiyuh Gedung Ratu, Kecamatan Tulangbawang Udik, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Kamis (21/5/2026).

Kegiatan yang diwakili Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) FISIP Unila, Nanda, bersama Kepala Program Studi D3 Hubungan Masyarakat, Ibrahim Besar, serta sejumlah dosen yakni, Vito Prasetya dan Eka Yuda Guna Wibawa mengusung tema “Edukasi Literasi Digital Lingkungan bagi Generasi Muda sebagai Agen Blue Green Development.”

Kehadiran civitas akademika FISIP Unila tersebut disambut hangat masyarakat setempat. Antusiasme warga terlihat sejak awal kegiatan yang dipusatkan di Tiyuh Gedung Ratu.

Kepalo Tiyuh Gedung Ratu dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan keterbukaan pihak tiyuh terhadap berbagai bentuk kolaborasi, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia dan pendidikan masyarakat.

“Gedung Ratu ini adalah tiyuh yang sangat terbuka untuk umum, wisata pendidikan dan lain sebagainya. Apalagi bapak ibu civitas akademika datang untuk riset dan membantu kami dalam membangun SDM di tiyuh kami,” ujarnya.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Ketua PKM FISIP Unila, Nanda, menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Gedung Ratu yang telah menerima rombongan dengan baik.

Ia menjelaskan, pembangunan berkelanjutan tidak dapat dipisahkan dari kesadaran masyarakat dalam menjaga keseimbangan antara lingkungan dan perkembangan zaman digital.

“Sebagai konsep dasar, manusia hidup harus berdampingan dengan alam agar tercipta lingkungan yang hijau dan lestari. Desa mempunyai potensi luar biasa sebagai pusat pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Menurutnya, desa bukan sekadar wilayah administratif, melainkan ruang kehidupan yang memiliki kekuatan sumber daya alam, budaya gotong royong, serta nilai-nilai kearifan lokal yang masih terjaga.

“Karena itu, desa memiliki peran penting dalam mewujudkan konsep blue green development, yaitu pembangunan yang menjaga harmoni antara air dan lingkungan hijau,” jelasnya.

Nanda juga menyoroti perkembangan era digital yang dinilai dapat menjadi sarana positif dalam membangun kesadaran lingkungan masyarakat, khususnya generasi muda.

“Media sosial saat ini tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar, ruang kampanye sosial, bahkan ruang membangun kesadaran masyarakat terhadap lingkungan,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Karim, mahasiswa FISIP Unila asal Tulangbawang Barat. Ia mengaku bangga daerahnya menjadi lokasi kegiatan pengabdian masyarakat FISIP Unila.

Menurutnya, kegiatan tersebut selaras dengan visi pembangunan Tubaba dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berintegritas dan berdaya saing.

“Kami sebagai masyarakat Tulang Bawang Barat sangat berterima kasih kepada Dekan FISIP dan seluruh civitas akademika yang telah memilih Tubaba dalam kegiatan ini,” ungkap Karim.

Ia berharap sinergi antara perguruan tinggi dan Pemerintah Kabupaten Tubaba dapat terus diperkuat, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengembangan generasi muda. Serta kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat

“Saya berharap FISIP juga dapat membantu Tubaba dalam sektor pendidikan, khususnya penyediaan beasiswa bagi masyarakat Tubaba sehingga dapat membantu mewujudkan Tubaba yang berintegritas dan berdaya saing,” pungkasnya. (Jim)