TUBABA  

TBU Jadi Percontohan Pelatihan Juleha di Tubaba, Libatkan 154 Peserta

TULANGBAWANG BARAT — Kecamatan Tulangbawang Udik (TBU), Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), menjadi percontohan pelaksanaan pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) tingkat kecamatan yang digelar di Balai Tiyuh Karta, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan tersebut terselenggara melalui subsidi bersama Pemerintah Kecamatan Tulangbawang Udik dan 13 tiyuh setempat dengan menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sebanyak 154 peserta mengikuti pelatihan yang bertujuan meningkatkan kompetensi masyarakat dalam penyembelihan hewan sesuai syariat Islam dan standar kesejahteraan hewan.

Kabag Kesra Tubaba, Karyawanto, mengatakan keberadaan Juleha sangat penting dalam menjamin proses penyembelihan halal yang aman, sehat, dan sesuai syariat Islam.

Menurutnya, Kabupaten Tubaba memiliki potensi besar di sektor peternakan sehingga dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan dan kapasitas di bidang penyembelihan halal.

“Melalui pelatihan ini, masyarakat Tubaba diharapkan memiliki kompetensi dalam proses penyembelihan halal, mulai dari memperhatikan kesejahteraan hewan hingga menghasilkan produk yang aman dan sehat untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Ia juga menyebut kegiatan tersebut menjadi langkah awal yang diharapkan dapat diterapkan di kecamatan lain di Tubaba.

Sementara itu, Camat Tulangbawang Udik, Ashari, menjelaskan pelatihan Juleha merupakan bagian dari implementasi program pemberdayaan dan pembinaan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha.

Namun, kata dia, manfaat pelatihan tidak hanya terbatas pada momentum Idul Adha saja, melainkan juga untuk praktik sehari-hari masyarakat, pelaku usaha, hingga rumah potong hewan.

“Para pelaku usaha, termasuk pengusaha ayam potong, harus memiliki kompetensi dan standar halal demi menjaga keamanan pangan bagi masyarakat,” katanya

Ashari berharap kegiatan tersebut dapat berlangsung secara berkesinambungan dan menjangkau masyarakat lebih luas. Ia juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengembangan Juleha di Tubaba.

“Kami berharap anak muda ikut andil dalam kegiatan ini. Ini sejalan dengan program Bupati dan Wakil Bupati Tubaba dalam mewujudkan daerah sebagai lumbung ternak,” ucapnya.

Ketua DPD Juleha Tubaba, Wiwid Didik, menilai keberadaan Juleha di Tubaba masih sangat dibutuhkan. Sebab, berdasarkan kondisi di lapangan, masih ditemukan proses penyembelihan hewan di pasar yang belum memenuhi standar halal secara sempurna.

“Harapan kami bersama Pemkab Tubaba, pelatihan seperti ini bisa dilakukan secara berkala agar masyarakat memahami dan bisa membedakan produk hewan yang halal dan haram,” katanya.

Ia menambahkan, peran Juleha sangat besar dalam menjamin keamanan pangan sekaligus menjaga kesejahteraan hewan sesuai ketentuan syariat dan standar kesehatan. (Jim)