TUBABA  

Mitra Dua SPPG Pastikan Kepatuhan Lingkungan dan Peluang bagi UMKM Tubaba

TULANGBAWANG BARAT – Menanggapi berbagai sorotan terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mitra pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 03 Kelurahan Daya Murni, Kecamatan Tumijajar dan SPPG Tiyuh Marga Kencana, Kecamatan Tulangbawang Udik (TBU), menyatakan komitmennya untuk meningkatkan keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok program tersebut.

Direktur mitra kedua SPPG tersebut, Ivo, mengatakan pihaknya menerima berbagai masukan yang disampaikan masyarakat maupun media sebagai bahan evaluasi dalam menjalankan program MBG ke depan.

“Ini akan menjadi evaluasi kinerja kami ke depan. Terima kasih telah menyampaikan sumbang saran,” ujar Ivo kepada wartawan melalui sambungan telepon, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, sebagai mitra sekaligus pengelola dapur MBG, pihaknya memiliki komitmen untuk ikut mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Tulangbawang Barat.

“Pada prinsipnya kami siap memajukan UMKM di Tubaba dan membuka ruang kerja sama dengan pelaku usaha lokal,” katanya.

Selain itu, Ivo menegaskan keberadaan dua dapur MBG tersebut juga telah memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja masyarakat setempat. Saat ini, masing-masing dapur mempekerjakan sekitar 47 tenaga kerja lokal yang terlibat dalam operasional harian.

Tak hanya fokus pada aspek ekonomi, pihaknya juga berkomitmen menjaga kualitas makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat program MBG.

“Kami sepakat untuk terus menjaga mutu makanan, ketahanan pangan, serta pemenuhan gizi sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Terkait persoalan administrasi dan lingkungan yang turut menjadi perhatian publik, Ivo memastikan seluruh proses perizinan dan pengelolaan limbah di kedua SPPG tersebut telah dan akan terus disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

“Administrasi perizinan maupun pengelolaan limbah kami pastikan mengikuti aturan yang berlaku,” tegasnya.

Sebelumnya, dua dapur MBG tersebut menjadi sorotan setelah muncul dugaan belum optimalnya pelibatan pemasok lokal dalam pengadaan bahan baku, serta pertanyaan mengenai kepatuhan administrasi lingkungan.

Sejumlah pihak menilai Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik, tetapi juga diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi daerah melalui pemberdayaan petani, peternak, UMKM, dan koperasi lokal.

Dengan adanya komitmen dari pihak mitra untuk memperluas kerja sama dengan pelaku usaha setempat, diharapkan manfaat ekonomi dari program strategis nasional tersebut dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Tulangbawang Barat, tanpa mengurangi kualitas layanan pemenuhan gizi yang diberikan kepada para penerima manfaat. (Jim)