TULANG BAWANG BARAT – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) terus mendorong peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) melalui pendidikan dan pelatihan (diklat).
Pada tahun 2026, sebanyak tiga pejabat di lingkungan Pemkab Tubaba mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Lampung.
Ketiga peserta tersebut yakni Sekretaris Dinas Kesehatan Eka Riyana, Kepala Bidang pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Yosef Suhendra, serta Kepala Bidang Akuntansi pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Tubaba, Novran F. Manan.
Selain itu, delapan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) juga mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) sebagai salah satu syarat pengangkatan menjadi PNS.
Kabid Mutasi dan Pengembangan ASN BKPSDM Tubaba, Rahman, menjelaskan bahwa peserta Latsar terdiri dari tujuh orang lulusan Politeknik Transportasi Darat Indonesia–Sekolah Tinggi Transportasi Darat (Poltrada/STTD) yang bertugas di Dinas Perhubungan Tubaba serta satu orang lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
“Pelaksanaan diklat dan Latsar dilakukan di BPSDMD Provinsi Lampung. Untuk saat ini pembelajaran masih berlangsung secara offline dan peserta juga menjalani pembelajaran mandiri melalui Zoom,” kata Rahman saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, peran BKPSDM Tubaba dalam kegiatan tersebut sebatas mengusulkan dan mengirimkan peserta yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti program pengembangan kompetensi ASN yang diselenggarakan pemerintah provinsi.
“Ya, kita hanya mengirim peserta saja. Pelaksanaannya di BPSDMD Provinsi Lampung,” ujarnya.
Rahman berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan baik sehingga mampu meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta kualitas pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat.
“Pelaksanaan PKA dan Latsar tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan sumber daya aparatur guna menciptakan ASN yang kompeten, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan birokrasi yang semakin dinamis,” pungkasnya. (Jim)










