PESAWARAN – Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M secara resmi membuka Sosialisasi, Komunikasi, Informasi dan Edukasi Rawan Bencana tahun 2026 di Kecamatan Way Ratai, Kamis (25/6/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Pesawaran melalui Sekretaris BPBD Muzamil Mara S.Sos., MM, menyebut Kabupaten Pesawaran memiliki ancaman bencana beragam. Mulai dari banjir, tanah longsor, angin puting beliung, gempa bumi, tsunami, hingga kebakaran hutan dan lahan.
“Indeks Rawan Bencana di Pesawaran Tahun 2025 mencapai 176,77 dengan Kategori Kelas Risiko Tinggi,” tegas Bupati. Data BPBD Kabupaten Pesawaran mencatat, hingga 30 Mei 2026 sudah terjadi 30 kejadian bencana,”ujar Muzamil, saat membacakan sambutan Bupati Pesawaran, Nanda Indira Bastian.
Ia menjelaskan, penanggulangan bencana tidak bisa hanya oleh pemerintah. “Harus ada sinergitas antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha,”katanya.
KIE, kata dia, jadi kunci agar masyarakat mengenali tanda awal bencana dan tahu tindakan yang harus diambil. Tujuannya membentuk keluarga dan masyarakat tangguh bencana.
Menutup sambutan, Muzamil menyampaikan pantun dari Bupati Nanda.
Anak nelayan menjaring ikan,
Jaring ditebar dapat ikan tuna.
Sosialisasi KIE kita laksanakan,
Untuk mengurangi korban bencana.
Biarlah sejarah menjadi kenangan,
Karena menyesal tiadalah guna.
Mari kita bersinergi bergandeng tangan,
Untuk menghadapi datangnya bencana.
Acara dihadiri Pejabat Struktural Pemkab Pesawaran, Camat Way Ratai, Kades Bunut, para narasumber, dan peserta sosialisasi.
Semoga Kabupaten Pesawaran dijauhkan dari berbagai bencana dan musibah. (Indra).












