Tanggamus Lampung – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite masih terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Tanggamus selama sekitar satu bulan terakhir. Kondisi tersebut memicu lonjakan harga Pertalite di tingkat pengecer.
Lia, warga Pekon Kampung Baru, Kecamatan Kotaagung Timur, mengatakan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat di SPBU 24.353.157 selalu mengular hingga ke badan jalan setiap hari.
“Setiap pagi, meski SPBU belum buka, antrean kendaraan sudah sampai ke luar area SPBU. Sangat menyebalkan, hanya untuk mengisi BBM motor sekitar 3,5 liter saja harus mengantre berjam-jam,” ujarnya.
Karena enggan mengantre terlalu lama, sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa membeli Pertalite di kios Pertamini atau pengecer dengan harga yang jauh lebih mahal.
“Kalau mengantre di SPBU terlalu lama, sementara harus segera berangkat kerja, terpaksa beli di kios Pertamini. Meski harganya mencapai Rp13.000 hingga Rp14.000 per liter, tetap dibeli daripada terlambat,” katanya.
Sementara itu, Anto, salah seorang warga, menilai kelangkaan BBM bersubsidi yang terjadi sejak kenaikan harga Pertamax seolah dibiarkan berlarut-larut. Ia berharap pemerintah segera memberikan solusi nyata atas persoalan tersebut.
“Pemerintah tolong lihat kondisi di lapangan. Kami diwajibkan membayar pajak kendaraan setiap tahun, tetapi pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat seperti BBM justru tidak terpenuhi,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan di sejumlah SPBU di sepanjang Jalan Lintas Barat Tanggamus, kelangkaan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar masih terus terjadi. Kalaupun stok tersedia, persediaannya cepat habis sehingga antrean kendaraan kembali mengular hingga ke badan jalan dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Menanggapi kondisi tersebut, Kapolres Tanggamus, AKBP Rahmad Sudjatmiko, menegaskan bahwa pelayanan di bidang lalu lintas menjadi prioritas selama kelangkaan BBM masih berlangsung.
“Kehadiran tim urai dari Satuan Lalu Lintas di titik-titik rawan kemacetan, seperti di sekitar SPBU yang terjadi antrean panjang, diharapkan dapat memberikan solusi untuk menjaga keamanan serta kelancaran arus kendaraan di ruas jalan nasional,” ujarnya.
Kapolres juga mengimbau masyarakat, baik yang sedang mengantre di SPBU maupun pengguna jalan yang melintas, agar selalu berhati-hati serta mematuhi arahan petugas di lapangan.
“Intinya, kami mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar saat berkendara di jalan raya. Utamakan keselamatan bersama sambil berharap kelangkaan BBM ini segera teratasi,” pungkasnya.(*)












