LAMPUNG TENGAH –Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), siapkan mitigasi menghadapi prediksi bencana alam yang akan terjadi.
Bencana alam yang diprediksi akan terjadi, diantaranya letusan gunung anak Krakatau, kebakaran hutan dan liainya.
Menurut Ketua Bidang Kehutanan dan lingkungan hidup DPP-PDI Perjuangan Eriko Sutarduga.
Menurutnya PDI Perjuangan telah mempersiapkan mitigasi untuk menghadapi bencana alam khususnya di provinsi Lampung.
“Jangan sampai bencana alam terjadi masyarakat dan pemerintah tidak siap meminimalisir dampaknya,” tegasnya.
Untuk itu sambungnya PDI Perjuangan telah mempersiapkan berbagai mitigasi untuk mengantisipasi kemungkinan berbagai perkiraan.
“Mudah mudahan prediksi elnino dan lainya tidak terjadi. Namun jika terjadi kita sudah siap menghadapinya,” ujar Erico.
Calon Pendamping I Komang Koheri memimpin Lampung Tengah.
DPP PDi Perjuangan, membuka ruang untuk para tokoh di Lampung Tengah, dalam pengisian posisi bakal calon wakil bupati (Cawabup).
Pihak DPP menyatakan bahwa sosok yang akan mendampingi bupati, l Komang Koheri tidak mutlak harus berasal dari internal atau kader murni partai.
Eriko mengatakan langkah tersebut diambil sebagai bagian dari strategi politik untuk membuka ruang koalisi yang lebih luas demi memenangkan kontestasi di Lampung Tengah.
Hal itu di tegaskan oleh Ketua DPP Bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup DPP PDI-P Eriko Sotarduga usai menghadiri kegiatan pelatihan dasar relawan kesehatan dan lingkungan hidup yang digelar di BBC Hotel Bandar Jaya, Minggu (19/7/2026).
Eriko menyatakan bahwa partai saat ini lebih mengedepankan aspek elektabilitas, kapabilitas, serta kesamaan visi dalam membangun daerah, ketimbang terpaku pada ego sektoral kepartaian.
”PDI Perjuangan adalah partai yang terbuka. Untuk posisi calon wakil bupati di Lamteng, kami melihat dinamika di lapangan. Belum tentu harus dari kader internal, bisa saja dari figur eksternal, tokoh masyarakat, atau representasi dari partai koalisi yang memiliki komitmen kuat untuk memajukan daerah,” ujar Eriko, di dampingi Ribbka Tjiptaning Proletariyati, dan Ketua DPD PDI-P Lampung, Winarti.
Kebijakan ini sambung Eriko, juga dinilai sebagai respons realistis terhadap peta politik di Lamteng, di mana kerja sama antar partai menjadi kunci penting untuk mengamankan kemenangan.
“Dengan membuka pintu bagi figur non Kader, PDI-P ia berharap dapat menjaring tokoh yang memiliki kedekatan kuat dengan masyarakat setempat (akar rumput) serta mampu mendongkrak perolehan suara pasangan calon yang diusung,” ujarnya.
Meski demikian menurutnya, DPP PDI-P menegaskan bahwa proses penyaringan akan tetap berjalan ketat. Siapa pun figur eksternal yang nantinya direkomendasikan harus melewati mekanisme partai, termasuk uji kelayakan dan penyelarasan ideologi partai. (Gunawan).












