TULANGBAWANG BARAT-Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), menggelar pelayanan KB serentak Sejuta Akseptor secara gratis di seluruh daerah Indonesia.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Nurmansyah mengatakan, kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai bentuk gerakan dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-28.
“Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor itu, akan dilakukan pencatatan Rekor MURI, dengan target layanan untuk Provinsi Lampung sejumlah 50.229 Akseptor, dan Tubaba sejumlah 4.722 Akseptor,” jelas Nurmansyah kepada, Kamis (24/6/2021).
Dijelaskannya, untuk tempat pelayanan KB Sejuta Akseptor wilayah Tubaba dilakukan di 9 Kecamatan dan dipusatkan di Fasilitas Kesehatan (FASKES). Adapun pelayanan berupa pelayanan KB baru (termasuk KB Pasca persalinan), KB ulangan dan KB ganti cara, dengan jenis pelayanan KB terdiri dari Pil, Kondom, Suntik, IUD, Implan, MOW dan MOP dengan tetap memperhatikan kualitas pelayanan.
“Saat ini, khalayak utama BKKBN adalah generasi Millennial dan Zillenial. Maka dari itu, BKKBN ingin terhubung dengan generasi muda dan menyesuaikan dengan perubahan lingkungan yang demikian cepat dengan melakukan Re-branding,” tuturnya.
Menurut Nurmansyah, program KKBPK yang kini menjadi Bangga Kencana Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (PK3B) tidak hanya zending tapi juga delivered sampai end user. Untuk alat kontrasepsi, penyuluh KB diminta untuk membantu dengan catatan direkomendasikan oleh provider atau tempat layanan kesehatan atau bidan atau dokter yang ada.
“Keluarga harus mampu menerapkan 8 fungsi keluarga yang semuanya dapat tercakup dalam prinsip asah, asih, dan asuh demi mewujudkan ketahanan keluarga. Keluarga harus asah, yakni, mengasah kemampuan sosialisasi, menerapkan nilai agama dan juga kepekaan lingkungan. Asih yakni fungsi cinta kasih dan reproduksi. Asuh yakni fungsi ekonomi dan perlindungan. Sehingga dapat menciptakan keluarga berkualitas dengan ukuran tiga dimensi keluarga berkualitas yakni tentram, mandiri dan bahagia,” ungkapnya.
Untuk rangkaian peringatan Harganas ke-28 tahun 2021 ini telah dilaksanakan sejak awal Juni 2021 dengan kegiatan seperti life Selling, pemantauan Tumbuh Kembang Balita melalui Posyandu sebagai salah satu tindakan awal pencegahan Stunting pada Anak, Pelayanan KB Sejuta Akseptor, hingga Virtual Meeting pada Puncak Peringatan Harganas.
“Dalam peringatan Harganas yang jatuh pada 29 Juni tersebut, dan rangkaian kegiatan yang sudah mulai dilakukan sejak awal bulan, maka diharapkan seluruh keluarga di Indonesia untuk senantiasa memupuk komunikasi antar anggota keluarga untuk menciptakan ketahanan keluarga yang semakin kuat untuk mewujudkan keluarga berkualitas,” pungkasnya.(Jim)












