DPRD Minta Dishub Belanja Alat Uji KIR Baru

BANDAR LAMPUNG-Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung akan mendorong usulan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk pengadaan Pengujian Kendaraan Bermotor (KIR) dalam APBD Perubahan 2022.

Ketua Komisi III DPRD Bandar Lampung, Dedi Yuginta mengatakan, dalam mendukung peningkatan pendapat asli daerah (PAD) akan mendorong pengadaan pembelian alat uji KIR pada APBD perubahan 2022.

“Tadi kita rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dishub Kepala UPT KIR mengatakan jika alat meraka itu sudah tua dan sejak tahun 1974, dengan usia yang sudah tua, jelas tidak maksimal pendapatannya karena rentan alat mereka mengalami kerusakan, makanya insyaallah di perubahan kita ajukan alat baru, mudah-mudahan keuangan pemkot dapat mendukung pembelian alat uji KIR tersebut,” ujar Dedi Yuginta, Selasa (08/03/2022).

Wakil ketua Komisi III DPRD Bandar Lampung, Agus Purwanto menambah, DPRD Bandar Lampung mendorong pengadaan untuk alat uji KIR tersebut, dikarenakan sebagian besar alat uji KIR tersebut sudah pada usang, rata-rata pengadaanya dari tahun 1974.

“Selama ini PAD dari uji KIR mencapai target, sehingga wajar kami dorong Dishub untuk membeli akat Uji KIR tersebut. Jelas jika alat pengajuan KIR mesin baru maka bisa berpengaruh untuk pendapatan PAD lebih baik lagi,” ujarnya.

Untuk pembelian alat Uji KIR diperkirakan akan memakan anggaran Rp3,5 miliar. “Karena kalau masih memakai alat yang sudah tua, rentan dengan banyaknya perbaikan, sehingga biaya perawatan menjadi besar dan membengkak,” tandasnya.

Sementara, Kepala UPT KIR Dishub Bandar Lampung, Andi Koenang mengatakan, dalam APBD Perubahan 2022 akan mengusulkan pengadaan alat uji KIR. Pasalnya, alat yang digunakan saat ini selain sudah tua juga mudah mengalami kerusakan.

Ia mengatakan, alat uji emisi KIR yang diajukan untuk pergantian yakni alat pengukur emisi untuk bensin dan solar, alat pengukur cahaya (lampu), site slipe alat pengukur jalan depan roda.

Kemudian, timbangan untuk mengukur beban mobil, alat mengukur rem, spidometer, alat pengukur kecepatan dan alat ukur kebisingan serta kaca film.

“Alat-alat tersebut memang sudah tua, sehingga tidak maksimal lagi dalam bekerja,” jelasnya. (ron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *