
WAY KANAN-Bupati Way Kanan, Raden Adipati Surya (RAS) menghadiri pengukuhan DPC Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (Harpi) Melati periode 2022-2027, di Gedung Serba Guna (GSG) Pemkab setempat, Selasa (14/06/2022).
Hadir dalam acara tersebut, Ketua TP-PKK Way Kanan, Dessy Afriyanti Adipati, Ketua DWP Vorian Melita Saipul, Ketua DPD Harpi Melati Lampung, Imam Kasma Junelis, Ketua DPC Harpi Melati Way Kanan, Eko Dwi Purnama Wati, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Machiavelly Herman Tarmizi, Kadisporapar Taufik Hidayatno Camat Blambangan Umpu, Akhmad Syapari.
Bupati RAS mengatakan, pengukuhan
DPC Harpi Melati Kabupaten Way Kanan merupakan momentum yang sangat strategis, dalam upaya menjaga kekayaan khasanah budaya khususnya budaya lampung di bidang tata rias.
“Saya menaruh harapan besar, kepada pengurus Harpi Melati yang baru dikukuhkan, dapat melahirkan ide dan gagasan serta dapat berperan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menyatakan, perkembangannya tata rias pengantin telah banyak mengalami perubahan, dan modifikasi, yang mengakibatkan nilai-nilai adat istiadat mulai tergerus oleh perkembangan zaman.
“Perubahan ini, sangat terasa terjadi dalam penyelenggaraan pernikahan, baik dari prosesi upacara adatnya maupun busana, serta tata rias pengantinnya,” kata Bupati RAS.
Pergeseran ini, imbuhnya, tidak hanya dipengaruhi oleh perkembangan fashion yang ada, tetapi juga penggunaan adat budaya dalam pelaksanaan acara sakral, masih dipakai setengah-setengah dan cenderung tidak dipakai sama sekali.
“Untuk itu, saya berharap keberadaan Harpi Melati di Kabupaten Way Kanan, terus dapat menjaga dan melestarikan budaya maupun adat istiadat,” tukasnya.
Ia juga mengingatkan, Harpi yang merupakan wadahnya ahli tata rias pengantin, dapat menjaga kekhasan serta kekayaan budaya melalui tata rias pengantin. Karena, masyarakat Way Kanan memiliki cita rasa seni yang sangat tinggi.
“Saya minta, Harpi dapat menjadikan tata rias pengantin, sebagai sebuah wadah kreativitas untuk melahirkan berbagai bentuk tata rias pengantin Lampung, yang menampilkan keagungan dan keindahan bagi penikmatnya. Namun, kemewahan yang tercermin dalam tata rias pengantin, harus tetap berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Kabupaten Way Kanan,” pungkasnya.(Moes/Dadang)












