
LAMPUNG SELATAN-Asisten Bidang Administrasi Umum (Adum) Kabupaten Lampung Selatan, Badruzzaman mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk melengkapi atribut pakaian dinas saat bertugas.
Hal disampaikan Badruzzaman, saat memimpin Apel Mingguan dilingkungan Pemkab Lampung Selatan (Lamsel), Senin (27/06/2022).
Apel Mingguan yang dilaksanakan di Lapangan Korpri itu, diikuti para pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, seluruh staf ASN, dan Tenaga Harian Lepas Sukarela ( THLS) Kabupaten Lamsel.
Badruzzaman mewakili Bupati Lamsel
mengatakan, kegiatan apel mingguan dapat menjadi momentum penyemangat bagi seluruh ASN, dalam menjalani tugas dan kewajibannya sebagai abdi negara, serta dituntut untuk meningkatkan kinerja sesuai tupoksi masing-masing.
“Oleh karenanya banyak aspek yang harus menjadi perhatian serius. Diantaranya, kedisiplinan, absensi kehadiran, serta efisiensi kerja terutama bagi Perangkat Daerah yang terhubung langsung dengan pelayanan publik,” ujarnya.
Badruzzaman mengatakan, Pemkab Lamsel mulai menerapkan absensi sidik jari, untuk pelaksanaan apel, dimulai dari eselon II dan III. Kemudian, nanti akan diterapkan juga untuk semuanya.
“Kita juga nantinya, akan menerapkan absensi elektronik,” imbuhnya.
Badruzzaman mengungkapkan, tantangan birokrasi pemerintah saat ini adalah bagaimana meningkatkan kemampuan, untuk memenuhi tuntutan dan memberikan respon terhadap beraneka ragam perubahan yang terjadi dalam masyarakat daerah, regional bahkan pada tingkat global.
“Birokrasi pemerintah, dimana kita dituntut untuk mampu melaksanakan tugas pemerintahan sesuai dengan kewenangan atau pembagian urusan pemerintahan, hal itu sebagaimana diatur dalam UU No: 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah,” ungkapnya.
Menurutnya, kelengkapan atribut pakaian dinas ASN saat bekerja, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Bupati Lamsel No: 28/2021. Karena, mencerminkan kedisiplinan agar terlihat tertib, dan rapih.
“Saya juga ingatkan, absensi kehadiran ASN dan THLS di Dinas, bagian maupun di kecamatan serta kelurahan agar terus ditingkatkan. Karena, absensi kehadiran ini penting sebagai tolak ukur kedisiplinan, dan pengabdian para pegawai,” pungkasnya. (Nsy/Lim)












