
WAY KANAN-Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Lampung, bersinergi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes), dan serta Puskesmas untuk peningkatan cakupan vaksinasi Covid-19 di 15 Kabupaten/Kota se-Lampung.
Kepala Binda Lampung, Iwan Satriawan mengatakan, vaksinasi ditingkatkan untuk semua kategori usia masyarakat, meliputi remaja, dewasa dan Lansia.
Sementara, lanjutnya, saat ini telah muncul varian baru yakni, Omicron BA.4 dan BA.5. Dan, Binda Lampung berupaya mencegah penyebaran varian baru Covid-19 tersebut, dengan penguatan herd immunity (kekebalan kelompok).
“Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), memerintahkan BIN untuk meningkatkan cakupan vaksinasi dengan target seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Berdasarkan arahan Presiden Jokowi tersebut, Kepala BIN Jenderal Pol Budi Gunawan memerintahkan seluruh Binda untuk meningkatkan cakupan vaksinasi dengan target 40 juta dosis di seluruh Indonesia, termasuk Binda Lampung dengan jumlah 1.440.000 cakupan vaksinasi hingga akhir tahun 2022,” jelas Iwan.
Dikatakannya, saat ini sudah muncul varian baru Omicron yang dinamai BA.4 dan BA.5 di Indonesia. Namun, di Lampung masih belum ditemukan, dan
Binda tetap mengantisipasi munculnya varian tersebut ataupun varian lain yang lebih berbahaya.
Menurut Iwan, hal ini mendorong Binda untuk meningkatkan cakupan vaksinasi terutama pada vaksin ketiga atau booster yang capaiannya masih rendah di Lampung.
“Pemerintah telah melonggarkan penggunaan masker, saat berada di luar terbuka yang tidak ramai, tetapi vaksinasi terus kita lakukan agar kualitas herd immunity masyarakat semakin meningkat. Dan, alhamdulillah di Lampung sudah mencapai target dari Presiden yaitu, vaksin kedua sebesar 72,59 persen, sedangkan vaksin ketiga masih 13,16 persen,” tukasnya.
Ia mengatakan, capaian vaksinasi ketiga harus dikejar, karena yang menjadi poin mendasar dalam proses transisi pandemi ke endemi, dengan harapan masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan aman di masa kehidupan semakin mendekati normal.
“Kami mengharapkan, masyarakat menyadari pentingnya vaksinasi Covid-19 hingga booster, dan kepatuhan penerapan protokol kesehatan (Prokes) selama masa transisi. Setidaknya, dengan memakai masker di dalam ruangan, maupun tempat keramaian dan mencuci tangan,” ujarnya.
Diketahui, peningkatan cakupan vaksinasi di Kabupaten Way Kanan masih terus berjalan, untuk tercapaianya herd immunity pada masyarakat mengingat menjelang pelaksanaan tahun ajaran baru, dan hari raya Idul Adha diharapkan dapat terlaksana secara normal kembali.
Peningkatan cakupan dilaksanakan dengan sinergitas OPD Pemkab Way Kanan, hingga tingkat kampung yang melaksanakan vaksinasi berkala di balai kampung, dan gerai vaksinasi di Puskesmas yang siap melayani masyarakat. (Moes)












