Sekapur Sirih Profil SDM Tekab 308 Polres Lampung Tengah: KERAS: Kerja Cerdas Ikhlas dan Tuntas

Kapolres Lampung Tengah AKBP Doffei Fahlevi Sanjaya SIK. MSi
Kapolres Lampung Tengah AKBP Doffei Fahlevi Sanjaya SIK. MSi

LAMPUNG TENGAH-Team Khusus Anti Bandit 308 Polres Lampung Tengah (Lamteng), dibawah pimpinan perwira menengah dengan dua melati di pundaknya, berdarah Lampung.

Pemegang tongkat Komando sebagai Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Lamteng, ya dia adalah Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Doffie Fahlevi Sanjaya SIK. MSi.

Perwira yang pernah mengenyam pendidikan di akademi kepolisian lulus pada tahun 2002 ini, memiliki multi talenta. Kemampuan tersebut, didapat selama berkarir di Polda Metro Jaya.

Dimana yang bersangkutan, selalu mengukir prestasi istimewa dan mengharumkan nama Polri sepanjang kariernya sebagai abdi negara.

Perwira menengah yang pernah menimba ilmu pendidikan di Resimen Korp Akpol Semarang, juga belajar ilmu kepemimpinan (Leadership) di sekolah staf dan pimpinan Polri.

Ilmu yang didapat dari Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), di aplikasikanya dalam memimpin Polres Lamteng.

AKBP Doffie dikenal tegas, cerdas, tangkas dan dilengkapi naluri tajam, bertanggungjawab terhadap anggotanya.

Selalu memonitor serta mengendalikan anak buahnya dalam menjalankan tugas agar tidak keluar dari Standar Operasional Prosedur (SOP).

Mantan Kapolres Kuningan, Polda Jawa Barat (Jabar) ini, juga memiliki kemampuan dibidang tekhnologi informasi yang memadai.

AKBP Doffie dikenal teliti, cermat dan akurat dalam memeriksa suatu perkara, sehingga hasilnya menjadi sempurna.
Tak heran, hasilnya selalu memuaskan semua pihak, menjadi motor penggerak dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara yang melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat serta menegakan hukum, yang tak kenal tebang pilih sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Kepada anggotanya AKBP Doffie, selalu menanamkan prinsip, bekerja , cerdas, kerja iklas dan kerja Tuntas (Keras). Bahkan, menekan agar personel setiap melangkah dalam bekerja di niatkan sebagai Ibadah.

AKBP Doffie, memegang teguh prinsip bahwa “Tidak ada kejahatan yang sempurna, setiap kejahatan lasti selalu meninggalkan jejak”.

AKP Edy Qorinas
Kasat Reskrim Polres Lamteng, AKP Edi Qorinas, perwira yang memulai karirnya di kepolisian dengan pangkat sersan dua (Serda), dikenal memiliki jiwa pahlawan, mewarisi leluhurnya sebagai ownuani kemerdekaan, matang dalam bertindak, selalu tenang saat melangkah dengan penuh keyakinan, tajam ketika menganalisa, tangkas ketika mengungkap.

Lembut dan senyum sumringah, menjadikan orang merasa nyaman bila bersamanya. Namun, dibalik itu semua sorot mata yang tajam bak mata elang, mampu menggetarkan dada orang-orang yang menjadi bidikanya.
Nalurinya, sebagai polisi nyaris tidak pernah salah dalam melangkah dan mengambil keputusan melumpuhkan aksi para pelaku kejahatan.

Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah AKP Edy Qorinas SH. MH.

Selain itu, perwira pertama yang dikenal sopan santun. Selalu menghormati yang lebih tua, menghargai yang yunior, juga memiliki kemampuan dunia maya dan dimensi lain. Tegas dalam memimpin pasukannya menjadi sumber stimulan energi pelengkap dalam pengungkapan suatu perkara kejahatan. Memiliki Prinsip “lebih baik bermandikan keringat dari pada bercucuran darah”

Ipda Pande Putu Yoga
Terbilang masih sangat yunior di Tekab 308 Polres Lamteng. Namun, meskipun tergolong remaja kekinian dibagian usia, Ipda Pande termasuk tinggi dalam pendidikan dunia kepolisian.

Saat ini, Ipda Pande dipercaya menjabat Kepala Unit Reserse Umum (Kanit Resum).

Ipda Pande Putu Yoga, pemuda milenial yang memiliki skil multi talenta, sopan dan ramah tutur bahasanya begitu lembut, terhadap setiap orang.

Kanit Resum Polres Lampung Tengah, Ipda Pande Putu Yoga STr.

Pemuda milenial dari pulau dewata, tersebut tidak pernah canggung dalam berbaur bersama berbagai kalangan, sehingga banyak penjahat yang salah terka dan tak percaya bahwa dirinya adalah perwira alumni dari Akademi Kepolisian, yang dekat dengan Gunung Tidar Kawah Candra Dimuka.

Cerdas dalam menganalisa, dan mengevaluasi berbagai tindak pidana hingga proses pengungkapan suatu perkara. Baik secara kasat mata maupun dunia digital, adalah pekerjaan rutin yang selalu dihadapinya.

Pande Yoga, selalu tertunda istirahat malamnya. Bahkan, pola makanya semrawut, setiap ada tindak kriminalitas di wilayah hukumnya. Menggunakan teori “Setiap orang berpotensi menjadi pelaku dan korban kejahatan”.

Aiptu Muchsin
Kepala Tim (Katim) Tekab 308 Polres Lamteng, Aiptu Muchsin adalah seorang santun dalam bicara, dan keras dalam bertindak.

Lelaki tinggi semampai, yang diangkat menjadi anggota Polri pada tahun 1993-1994, lebih dari 70 persen waktunya dihabiskan untuk memburu bandit.

Aiptu Muchsin, yang dikenal cerdas dalam menganalisa, dan tangkas dalam meringkus tersangka sempat dicibir masyarakat dengan penampilannya laksana orang gila. Karena, selalu menggelandang rambut gimbal dan berpenampilan lusuh (under cover).

Katim Tekab 308 Polres Lampung Tengah, Aiptu Muchsin.

Lelaki yang memiliki tiga orang putra. Bahkan, putra pertamanya, saat ini mengikuti jejak sang ayah menjadi anggota Polri bersama putri bungsunya. Sangat ditakuti oleh kalangan penjahat, di wilayah hukum Polres Lamteng.

Ia tak pernah ragu dalam bertindak, Muchsin juga tak pernah mentolelir penjahat, yang menjalankan aksinya mengganggu keamanan masyarakat.

Dalam mengungkap kejahatan, banyak halangan dan rintangan yang dialaminya, dari patah pundak hingga keseleo kaki dan cedera tangan. Namun, itu tak pernah menyurutkan semangatnya dalam menumpas kejahatan.

Meskipun dikenal garang dalam memburu penjahat, namun lelaki yang lahir padi 19 Desember 1972 ternyata penyayang keluarga.

Lintas batas menerjang badai menggaruk para pelaku kejahatan, juga sangat disegani dikalangan sesama anggota Polri, karena Aiptu Muchsin memiliki sifat humabis, berjiwa kesatria, pantang pulang sebelum menang dalam memburu para bandit.

Kerja keras, cerdas tuntas dan ikhlas menjadi motonya dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat dari gangguan penjahat.

Aiptu Muchsin memegang tiga prinsip yakni, pertama: Pintar, kedua: Rajin, dan ketiga: selalu memiliki solusi.

Aiptu Mahmudin
Aiptu Mahmudin, merupakan pendekar ‘si mata empat’, selalu mengedepankan pola pikir dewasa, naluri polisi yang sudah banyak makan asam garam, malang melintang didunia kejahatan dan kekerasan (Jatanras).

Penuh dengan perhitungan, menggunakan naluri dan menerapkan strategi endus dan buru, untuk menjerat targetnya. Sehingga selalu sukses membawa pelaku mendekam di hotel prodeo. Senior usianya dalam Tekab 308 Polres Lamteng, sosoknya menjadi panutan dalam crew saat mengejar para pelaku kejahatan.

Pengalaman bekerja d lapangan, sebagai modal awal mengusut suatu perkara. Memegang petuah leluhur “Berpikir sebelum bertindak, berhitung sebelum melangkah”.

Tekab 308 Polres Lampung Tengah.

Aiptu Yudianto
Senior dalam Tekab 308, bergaya urakan, Aiptu Yudianto menjadi penyemangat rekan satu timnya.

Selain bisa bergaul dan mampu mendeteksi para pelaku kejahatan, Yudi juga dikenal banyak humor.

Kehadiran Yudi, mampu menghibur kejenuhan rekannya saat berburu orang jahat.

Senior yang juga memiliki jaringan luas, handal dalam membekuk pelaku tindak kriminalitas, lelaki paruh baya tersebut berdarah melayu cukup familiar dikalangan penjahat.

Meskipun bergaya anak jalanan, Yudi mampu merangkul semua pihak, dalam merangkai jaringan kerja yang mapan. Kehebatannya mengolah jurus, menjadikan ilmu kanuragan yang sakti mampu melumpuhkan penjahat dengan jurus katak. “Tiada Hari Tanpa Canda” menjadi motonya dalam bertugas.

Aiptu Ahmad Zainuddin
Laksana tokoh pewayangan (Janoko),
Aiptu Ahmad Zainuddin tergolong senior di dunia kejahatan dan kekerasan (Jatanras). Ia dikenal memiliki kemampuan, menghimpun berbagai informasi penting terkait pelaku dan korban kejahatan.

Zainuddin juga sudah banyak makan asam garam dalam perburuan para pelaku kriminalitas.

Untuk itu, Zainuddin juga membekali diri dengan kemampuan menganalisa melalui Indra ke enam (dimensi alam lain). Memiliki strategi ilmu Sangkan Paran. Sebagai polisi berpangkat Aiptu, jiwa patriotnya selalu merasa terpanggil jika ada perkara kejahatan. Bahkan, lelaki yang dikenal baik tutur bahasa juga rajin berpatroli di dunia Siber selalu cepat mendapatkan informasi jika ada kejadian yang viral di dunia maya.

Tidak mau mencampuri urusan orang lain. Namun, naluri polisinya akan bangkit jika ada yang mengusik tugasnya sebagai abdi negara. Zainuddin selalu memegang prinsip “Andhap Ashor”.

Aipda Imam Kohori
Aipda Imam Kohori, adalah salah satu Tekab 308 Polres Lamteng, yang dikenal ahli dalam under cover penyamaran, piawai dan rendah hati, luwes dalam bergaul, teliti dan sabar menghadapi dinamika kehidupan di dunia kejahatan.

Imam demikian dikenal memiliki jiwa kepemimpinan (leadership) mampu menjadi panutan para yuniornya.

Meskipun terkenal lembut, dan sopan, Imam banyak belajar ilmu beladiri, dan ilmu kanuragan, sehingga membawanya menjadi lebih dewasa.

Imam dinilai mewarisi petuah Mojopahit, memiliki kemampuan dalam hal Technik under cover, sehingga mudah menembus kebuntuan perkara gelap, baik pelaku dan korban sama-sama tak memiliki identitas (MR X).

Bahan, informasi (baket) dari lapangan, banyak perkara gelap baik pelaku kejahatan maupun korban tindak kriminal bisa dengan mudah dikenali. Imam memegang prinsip “Boleh Curiga Namun Tidak Boleh Menuduh”.

Aipda Rendy Saputra
Aipda Rendy Saputra menjadi sosok panutan di Tekab 308 Polres Lamteng berdarah Pubian Telu Suku, menjadi figur pemberani dan tegas sumber stimulan penyemangat tim pemburu penjahat.

Selain dikenal pemberani, Bintara Satreskrim tersebut juga memiliki jaringan luas, cerdas naluri yang peka dengan kondisi alam.

Rendy memiliki kemampuan khusus, membekali diri dengan kemampuan membaca bahasa tubuh (Body Language) para penjahat.

Rendy yang memiliki jiwa ksatria, mudah bergaul dan mengakses informasi secara dini dari berbagai pihak, tentang ciri-ciri pelaku kejahatan.

Selain itu, Rendy juga ditakuti dikalangan penjahat karena keberanian dan ketegasanya terhadap para Bandit.

Rendy menjadi sosok yang mensuport seluruh rekan-rakanya ketika actions di lapangan, selalu tampil dimuka, tanpa beban yang di takuti. Terus melangkah hingga tuntas, pantang pulang sebelum menang.

Memegang prinsip jika ingin mendapatkan yang besar dimulai dari hal-hal Kecil dahulu. “Menerapkan Hukum Sebab Akibat”.

Bripka Welly Afrianus
Meski tubuhnya tidak sebesar rekan-rekanya namun besar nyali melebihi Singa Lapar, memiliki mental baja, indra perasa tak kenal rasa takut, lincah dan gesit serta Calak laksana Kancil. Wely juga mengandalkan perasaan ilmu pasti.

Meskipun tubuhnya standar rata-rata orang Asia. Namun, dia cekatan dan memiliki daya ingat yang sangat mumpuni.

Indra perasa juga menjadi modalnya, dalam meringkus orang-orang yang mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Sebagai hulubalang dalam Tekab 308 Polres Lamteng, Welly berdarah Sriwijaya, selalu tampil memukau kala melumpuhkan para bandit yang meresahkan masyarakat.

Dikenal memilki keyakinan tinggi, naluri polisi yang mapan, tidak memilih teman bergaul, sehingga memudahkanya mendapatkan informasi tentang Kamtibmas.

Well tak pernah ragu dalam melangkah, dan memegang prinsip “Sekali Layar Berkembang Surut Kita Berpantang”.

Bripka Ali Imron
Bripka Ali Imron, adalah Bintara Tekab 308 Polres Lamteng yang dikenal memiliki mental baja dan tak mengenal rasa takut, laksana Warok Ponorogo, selalu terlibat secara langsung dalam pengejaran dan menangkap para pelaku kejahatan.

Ali Imron dalam menjalankan tugasnya, berburu penjahat selain menggunakan ilmu kepolisian juga membekali diri dengan kemampuan olah kanuragan dan jurus buang sambut.

Gapah dalam menyusun strategi dan jaringan, sedikit bicara namun banyak bekerja, Ali Imron selalu solid bersama Timnya dalam berburu penjahat.

Nalurinya sebagai tim buru sergap, pandai menyusun strategi untuk mendapatkan target, mengembangkan satu persatu, informasi penting dari lapangan, karena menurutnya TKP bisa bercerita menjelaskan suatu peristiwa tanpa ada rekayasa. Menerapkan teori “Kait Mengait Antara Satu dan Lainnya”.

Bripka Ahmad Tasirim Yusuf
Bripka Ahmad Tasirim Yusuf, adalah punggawa Tekab 308 Polres Lamteng yang memiliki langkah tegap, tatapan mata yang tajam di ilhami oleh wasiat leluhur Buay Subing Mataram yang dikenal pendekar sakti, cerdas, tangkas dan jago dalam menundukan hati para pelaku kriminalitas.

Selain itu, Tasirin juga dilatih berjiwa pendekar dan piawai dalam berdiplomasi dan melobi, sehingga ucapanya banyak didengar dituruti orang lain, baik pelaku kejahatan bahkan keluarga tersangka.

Kemampuan dalam mengolah, dan merangkai kalimat, menjadikan orang lain terpana dan patuh terhadap perintah polisi yang akan menangkap penjahat.

Tak jarang, para pelaku kejahatan memilih menyerahkan diri ketimbang harus dikejar petugas memegang petuah leluhur “Usaha dan Keberanian tidak cukup tanpa adanya arah dan perencanaan Kita bisa saja menunda namun waktu tak akan pernah bisa menunggu”.

Bripka Aulia Akbar
Bripka Aulia Akbar, adalah pendobrak Tekab 308 Polres Lamteng, bintara low profil yang gagah dan perkasa, selalu mengedepankan naluri seorang polisi, cepat menganalissa dan tanggap dengan keadaan sekitar mengenali wajah para pelaku, sehingga dengan mudah bisa meringkusnya.

Akbar adalah Hulubalang Tekab 308 Polres Lamteng, asal Pubian Bukuk Jadi tersebut menebar jaringan luas, sangat sayang dengan keluarga solid dalam timnya, juga dikenal memiliki power dan jangkauan yang panjang.

diibekali dengan kemampuan lebih, menjadi modal utamanya dalam melumpuhkan para penjahat yang mencoba melawan saat akan ditangkap.

Kemampuan bela diri, dan supranatural warisan leluhurnya juga selalu menjadi pelengkap kemampuanya, sekaligus menjadi benteng yang kokoh melawan para penjahat.

Sebagai anggota Polri, Akbar memiliki filosofi “Dimana Ada Keramaian Disitu Ada Potensi Kejahatan Terjadi”.

Bripka Muslim Arif
Bripka Muslim Arif, adalah salah satu personel Tekab 308 Polres Lamteng yang memiliki tinggi badan lebih dari standar rata-rata rekan satu timnya. Jgo dalam adu cepat sparing perburuan terhadap para penjahat, Muslim selalu menang dalam adu cepat dengan penjahat.

Dalam dirinya, mengalir deras darah leluhur Betan SubingTerbanggi,
Lelaki sederhana yang selalu mengedapankan perilaku murah senyum tersebut, juga dikenal taktis dan tangkas meringkus penjahat.

Muslim juga memiliki jiwa ksatria, Bintara yang terlatih dalam memeriksa dan memburu penjahat tersebut. Muslim selalu ceria, namun tegas dalam bertindak cukup dikenal di kalangan dunia kejahatan.

Langkahnya yang panjang, dan memiliki energi yang handal selalu menjadi pemenang dalam aksi kejar-kejaran dengan penjahat.

“Lebih baik melumpuhkan satu orang yang akan membunuh puluhan manusia”.

Bripka Robbyanto S
Bripka Robbyanto S, adalah Bintara Tekab 308 Polres Lamteng ini, masih satu suku dengan Pahlawan Revolusi Jendral Nasution yang memiliki kecerdasan digital.

Kemampuannya, dalam dunia maya dan digitalisasi tak diragukan lagi. Sekali berselancar di dunia maya satu, dua perkara bisa terkuak, dengan singkat. Buah karyanya, bermain di dunia digital jarang menemui kendala dalam pengungkapan suatu perkara.

Lelaki brewokan tersebut, dikenal memiliki jiwa humor tinggi mental yang kokoh, pandai menganalisa sekaligus mengevaluasi suatu perkara kejahatan.

Roby, sang punggawa muda, juga menjadi speed drive dalam perburuan terhadap penjahat. Selain memiliki kemampuan digital, Roby juga dibekali ilmu bela diri yang baik, mampu menghempaskan pelaku hanya dengan 2 jurus. Sehingga dalam perburuan terhadap para penjahat, selalu dijalaninya dengan riang gembira.

Analisanya dijejak digital, selalu berhasil menghantarkan penjahat ke hotel prodeo.

Roby pemegang prinsip “Dimana ada tindak pidana disitu ada jejak perkara yang tersisa”.

Masing-masing personel Tekab 308 Polres Lamteng, memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun, kelebihan satu dan lainya mampu saling menutup kekurangan.

Bravo Tekab 308 Polres Lampung Tengah “Pantang Pulang Sebelum Menang. Jangan Lelah Dalam Menumpas Kejahatan”. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *