
LAMPUNG BARAT-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Barat, menyatakan sejak Januari-November 2022 sebanyak 155 bencana alam telah terjadi, dengan kerugian materil mencapai Rp908, 620 juta.
Hal tersebut disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Padang Priyo Utomo.
Ia mengatakan, bencana alam tersebut didominasi oleh tanah longsor, dan banjir yang terjadi karena cuaca extrim.
“Untuk bulan November hingga saat ini, sudah terjadi sebanyak 16 bencana alam,” ujarnya, Selasa (15/11/2022).
Padang menjelaskan, bencana alam tanah longsor 66 peristiwa, banjir sebanyak 50 peristiwa, cuaca ekstrim 27 peristiwa, operasi SAR 4 peristiwa, konflik gajah 7 kasus, dan kebakaran lahan 1 kasus.
Menurutnya, curah hujan yang turun dengan intensitas tinggi, dan durasi turunnya hujan yang lama tersebut membuat Lambar rentan dilanda bencana alam, terutama tanah longsor dan banjir.
“Kerugian materiil yang ditimbulkan atas peristiwa tersebut, mencapai Rp908, 620 juta,” imbuhnya.
Padang mengatakan, bencana alam yang terjadi juga menyebabkan 4 orang meninggal dunia yang tersebar di beberapa kecamatan yakni, Balik Bukit, Gedung Surian, Lumbok Seminung dan Way Tenong.
“Masyarakat yang terdampak langsung bencana yang terjadi sejak Januari hingga November tersebut, sebanyak 3,312 orang,” ungkapnya.
Padang mengatakan, BPBD Lambar juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada, dan berhati-hati khususnya masyarakat yang tinggal di wilayah pemukiman yang rawan terjadinya bencana.
“Masyarakat yang rumahnya berada tidak jauh dari aliran sungai, kemudian di wilayah perbukitan harus lebih waspada, ditambah lagi sekarang musim penghujan untuk selalu berhati-hati,” pungkasnya. (Anton/Hendri)












