MESUJI – Kabupaten Mesuji merupakan kabupaten yang memiliki porsi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) terendah di Provinsi Lampung. Diketahui, Anggaran tahun 2023 yang telah ditetapkan dalam APBD Sebesar Rp. 805.456.836.329 (Delapan Ratus Lima Milyar Empat Ratus Lima Puluh Enam Juta Delapan Ratus Tiga Puluh Enam Ribu Tiga Ratus Dua Puluh Sembilan Rupiah).
Hal itu dikatakan Penjabat (Pj) Bupati Mesuji, Sulpakar pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) tahun 2024 yang digelar Pemkab Mesuji di Aula Gedung serbaguna (GSG) Taman Kehati, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Ranjung Raya, Senin (27/03/2023).

Dikatakan Sulpakar, kemampuan keuangan daerah yang terbatas tersebut belum mampu menjawab berbagai macam isu pembangunan di Kabupaten Mesuji.
Dan saat ini, masih terdapat beberapa persoalan yang harus menjadi perhatian Pemkab Mesuji diantaranya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Mesuji Tahun 2022 sebesar 64,94 merupakan yang terendah di Provinsi Lampung.

Namun demikian kecepatan pertumbuhan IPM di Kabupaten Mesuji pada periode 2016-2022 merupakan yang tertinggi di Provinsi Lampung dengan pertumbuhan 6,95% atau rata-rata pertumbuhan 1,13% per tahun.
Di sektor infrastruktur bidang jalan, dari total panjang jalan kabupaten sepanjang 563 KM, pada Tahun 2022 hanya terdapat kondisi jalan baik dan sedang sepanjang 133 KM dengan tingkat kemantapan sebesar 23,7%. Sisanya sepanjang 429 KM dalam kondisi rusak ringan dan rusak berat atau 76,3% tidak mantap.
“Sehingga pada tahun 2023 ini, Pemerintah Kabupaten Mesuji melalui APBD Kabupaten telah menargetkan perbaikan jalan kabupaten dengan perkerasan beton sepanjang 30,450 KM yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Mesuji. Sehingga diharapkan pada akhir 2023 secara bertahap kemantapan jalan kabupaten dapat meningkat menjadi 29,11% atau mengalami kenaikan 5,41%,” jelasnya.
Dikatakan Sulpakar, bahwa di Kabupaten Mesuji terdapat dua ruas jalan strategis provinsi yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Lampung, yaitu ruas Jalan Simpang Pematang – Brabasan dengan panjang 11,602 KM dan Ruas Jalan Brabasan – Wiralaga dengan panjang 29,443 KM yang saat ini kondisinya rusak berat.
Dihadapan perwakilan Pemprov Lampung, Sulpakar berharap agar dua ruas jalan provinsi tersebut dapat menjadi prioritas pembangunan Provinsi Lampung Tahun 2024 mendatang.
Sulpakar mengatakan, bahwa dua ruas jalan tersebut merupakan akses utama menuju pusat Pemkab Mesuji yaitu Wiralaga Mulya dan akses menuju kawasan prioritas lainnya serta menjadi aksesbilitas masyarakat di Kabupaten Mesuji yang menghubungkan empat Kecamatan yang ada di Kabupaten Mesuji.
Kondisi pada dua ruas jalan provinsi tersebut saat ini sebagian besar dalam kondisi rusak berat. Dibeberapa titik juga kondisi jembatan pada dua ruas jalan tersebut perlu dilakukan pelebaran dan juga perbaikan.
“Pada kesempatan ini saya atas nama Pemerintah Kabupaten Mesuji berharap kepada Bapak Gubernur Lampung agar dua ruas jalan provinsi tersebut juga dapat menjadi prioritas pembangunan Provinsi Lampung Tahun 2024,” kata Sulpakar.
Dikatakannya Rancangan RKPD Tahun 2024, proyeksi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Mesuji direncanakan sebesar Rp. 810.676.272.241,- (delapan ratus sepuluh milyar enam ratus tujuh puluh enam juta dua ratus tujuh puluh dua ribu dua ratus empat puluh satu rupiah).
Disisi lain, lanjut Sulpakar, pada tahun 2024 akan menghadapi pesta demokrasi Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepala Daerah serentak yang menyerap anggaran cukup besar. Oleh karena itu anggaran belanja daerah yang ada harus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya berdasarkan skala prioritas pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat.
” Saya harap kita semua dapat lebih proaktif untuk mengupayakan kegiatan yang dapat didanai dari APBN ataupun dari APBD Provinsi. Hal ini sangat penting untuk menjaga kesinambungan program-program pembangunan yang ada di Kabupaten Mesuji,”terangnya.
Sulpakar juga menyampaikan terimakasih kepada Gubernur Lampung yang telah mengarahkan kegiatan-kegiatan pembangunan di Kabupaten Mesuji pada Tahun 2023. Menururutnya, dari data distribusi anggaran dan alokasi Provinsi ada sekitar 38 Milyar anggaran yang dialokasikan di Kabupaten Mesuji. “Semoga ditahun 2024 Kabupaten Mesuji terus dapat menjadi lokasi prioritas dalam rangka mendukung capaian pembangunan di Provinsi Lampung,” harapnya.
Sementara itu, usai Musrenbang, dihubungi terpisah kepala Bapelitbangda Kabupaten Mesuji, Abu Rosid Istomi mengatakan bahwa Tema Musrenbang RKPD Kabupaten Mesuji Tahun 2024 adalah “Penguatan Perekonomian Daerah Yang Bertumpu Pada Peningkatan Produktifitas Pertanian Melalui Prioritas Pembangunan”.
Seperti peningkatan infrastruktur wilayah yang berkelanjutan, peningkatan perekonomian daerah berbasis pertanian dan wilayah pedesaan selanjutnya yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing daerah, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan dan yang terakhir yaitu peningkatan pelayanan publik dan reformasi birokrasi.
” Ya dari kebijakan tersebut akan diimplementasikan pada usulan program dan kegiatan yang tertuang pada dokumen perencanaan sesuai bidang kewenangan dari masing-masing Perangkat Daerah dari berbagai sumber pendanaan baik APBN, APBD Provinsi, maupun APBD Kabupaten,”tandasnya.(adv)












