Dugaan Perselingkuhan, Inspektorat Tubaba Segera Panggil Oknum Guru

TULANGBAWANG BARAT – Inspektorat Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) bakal melakukan  pemanggilan terhadap oknum guru berstatus PNS berinisial RD diduga memiliki hubungan terlarang dengan guru honorer berinisial RN lantaran keduanya memiliki pasangan sah.

Inspektur Kabupaten Tubaba, Perana Putera melalui Inspektur Pembantu Khusus (Irbansus) V, Muslim mengatakan menyikapi informasi adanya dugaan perselingkuhan antara kedua oknum tersebut berdampak mencoreng dunia pendidikan Kabupaten Tubaba.

” Kita mendapatkan informasi dua oknum itu sudah dipanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tubaba untuk dimintai keterangan terkait soal masalah tersebut,”ungkap Muslim, Rabu (29/03/2023).

Masih kata Muslim, sesuai dengan harapan Disdikbud Tubaba, meminta Inspektorat dapat melakukan pendalaman terkait persoalan informasi kedua oknum tersebut yang viral diberitakan sejumlah awak media

“Kita pelajari dulu untuk menentukan langkah tindak lanjutnya yang pastinya dalam waktu dekat Kita panggil pihak -pihak terkait dan kedua oknum itu untuk mengklarifikasi dimintai keteranganya,” tegas Muslim.

Menurut Muslim, dari hasil pendalaman pihak Inspektorat, nantinya jika ditemukan adanya pelanggaran. Dan  pihaknya tidak segan-segan memberikan sanksi terhadap oknum tersebut

” Ya jika nanti ada pelanggaran ada sanksinya, sekarang kita lihat dan pastikan dulu keterangan yang bersangkutan masing-masing seperti apa,”singkatnya.

Diketahui sebelumnya kedua oknum tersebut sudah dipanggil Disdikbud  Tubaba guna dilakukan interogasi dimintai keterangan pada Senin (27/03/2023) lalu.

Kepala Disdikbud Tubaba, melalui Sekretaris Abdul Rohman yang didampingi Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Rensi, mengatakan bahwa kedua oknum tersebut telah diundang dinas untuk diminta penjelasannya.

“Kedua oknum Itu tadi sudah kita panggil yang bersangkutan yaitu RD dan RN, bahkan berikut dengan Kepala Sekolahnya dan Pengawas. Dari pemanggilan tadi kami hanya sekedar mencari keterangan saja,” kata Abdul Rohman, didampingi Rensi kepada media.

Menurutnya, saat dimintai keterangan dari RD, dirinya membantah bahwa telah terjadi perselingkuhan dan mengaku persoalan tersebut hanya sebatas hubungan komunikasi biasa.

“Dari keterangan RD, mengaku belum sampai pada perselingkuhan atau perzinahan hanya sebatas chat biasa, tidak ada gambar-gambar atau video intim yang pernah dikirim, tidak pernah terjadi apa-apa, melainkan hanya sebatas komunikasi biasa baik lisan maupun tulisan,” kata Abdul Rohman

Abdul Rohman mengulas ,dugaan chat atau pesan percakapan mesra pada ponsel kedua oknum yang sama-sama telah memiliki pasangan  tersebut, RD dan RN mengaku percakapan biasa.

“Chattan mesra itu sudah kita print, tetapi saat kita tanya, mereka mengaku hanya sebatas guyonan saja, karena komunikasi seperti itu biasa dilakukan dengan teman atau rekan-rekan yang lainnya juga,” tuturnya.

Lanjutnya, atas pengakuan RD dan RN yang menurut keduanya hal biasa, Disdikbud belum bisa menyimpulkan apakah keterangan tersebut benar atau sengaja mengarang ataupun sandiwara belaka.

“Yang pasti persoalan itu nanti ditindaklanjuti pihak Inspektorat tubaba apakah ada indikasi perselingkuhannya atau tidak, apakah melanggar aturan atau bagaimana. Karena dari hasil pemanggilan yang kita lakukan ini, sudah langsung kita siapkan laporannya untuk kita naikkan ke Inspektorat pada hari ini juga,”tambahnya.

Ditegaskannya,  Disdikbud berharap agar Inspektorat Tubaba dapat melakukan pemeriksaan lebih jauh terhadap keduanya yang diduga sudah berselingkuh dan melanggar aturan, agar segera ditemukan titik terangnya.

“Mengingat RD merupakan seorang Guru PNS yang mengajar di salah satu SMP di Kecamatan Tulang Bawang Tengah, dan RN juga seorang Guru Honorer ditempat yang sama. Dugaan kasus ini mencoreng nama baik dunia pendidikan,tegasnya.

Abdul Rohman, mengemukakan keduanya sama-sama memiliki pasangan keluarga masing-masing pihaknya berharap persoalan tersebut dapat segera di selesaikan.

“Ini menjadi pelajaran juga bagi yang lain agar dalam pergaulan itu sewajarnya saja, jangan sampai menimbulkan kecurigaan apalagi kalau sampai benar misalnya terjadi perselingkuhan,”tutupnya.

Menyikapi informasi tersebut mendapatkan reaksi tanggapan Dari komisi lll anggota DPRD Tubaba, Paisol,meminta instansi terkait dapat mengusut tuntas kasus dugaan perselingkuhan
yang dilakukan oleh kedua Oknum tersebut.

“Jika itu benar terjadi perselingkuhan, bukan hanya dipecat, kita minta juga agar Oknum Guru itu dipidana sesuai aturan yang berlaku, kita dari DPRD siap jika memang dibutuhkan untuk mendampingi ke Aparat Penegak Hukum (APH),” kata Paisol, Jum’at (24/3/2023)

Menurutnya, perilaku kedua Oknum Guru tersebut, seharusnya menjadi panutan yang baik bagi pelajar, bukan justru memberi contoh yang tidak baik, apalagi keduanya telah memiliki pasang suami istri yang sah.

“Tidak pantas jika sampai ada pesan yang bertuliskan kalimat sayang sayang antara keduanya yang bukan pasangannya.Chat mesra dan pengakuan dari Oknum tersebut yang sudah menjalani hubungan perselingkuhan dari Oktober 2022 lalu. Kami tegaskan agar instansi terkait jangan landai

Segera usut tuntas, dan segera berikan sanksi yang tegas.Kita tidak mau ada Oknum Guru yang mencoreng nama baik pendidikan jika benar ada selingkuhannya juga harus diberi hukuman,”pintanya. (Jim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *