TULANGBAWANG BARAT-DPRD Tulangbawang Barat (Tubaba) menyetujui Rancangan APBD (RAPBD) tahun 2021 dalam Rapat Paripurna Pembicaraan Tingkat II tentang APBD di ruang rapat Paripurna DPRD setempat, Kamis (19/11/2020).
Hadir Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda dan Kepala OPD dilingkup Pemkab Tulangbawang Barat.
Dalam kegiatan hari ini, jajaran eksekutif dan legislatif duduk bersama membahas serta mencermati Raperda tentang APBD 2021, yang tentunya hal tersebut dilakukan agar penggunaan anggaran pada tahun 2021 dapat tetap selaras dengan upaya perwujudan visi dan misi daerah yang telah disepakati bersama pula.
Pemkab dan DPRD Tubaba telah mencapai kata sepakat untuk mengesahkan Raperda APBD 2021.
Hal ini mengandung konsekwensi bahwa ada tanggung jawab untuk menyukseskan pelaksanaan seluruh program dan kegiatan yang termaktub dalam dokumen APBD 2021, disesuaikan dengan fungsi, tugas, dan kedudukan masing-masing.
Bupati Umar Ahmad mengucapkan terima kasih kepada DPRD atas kemitraan dan kerjasama yang baik dalam pembahasan, hingga disahkannya Rancangan APBD tahun 2021.
“Saya ucapakan terimakasih kepada seluruh anggota DPRD Tubaba atas kerjasamanya dan membantu kami untuk bersama-sama memajukan Tubaba, guna mencapai Tubaba sejahtera, aman, damai dan bahagia,” ujarnya.
Untuk diketahui, RAPBD Kabupaten Tubaba tahun 2021 yang disetujui DPRD tersebut yakni, Pendapatan Daerah tahun 2021 diproyeksikan sebesar Rp905, 468 miliar. Pendapatan Daerah teraebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan sebesar Rp39, 564 miliar, Pendapatan Transfer, sebesar Rp830, 108 miliar, dan Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah sebesar Rp35, 795 miliar.
Sedangkan, jumlah belanja pada APBD tahun 2021 diproyeksikan sebesar Rp884, 968 miliar terdiri belanja operasi sebesar Rp561, 712 miliar, belanja modal sebesar Rp177, 204 miliar, belanja tidak terduga sebesar Rp5 miliar, belanja transfer sebesar Rp141, 051 miliar.
Sementara itu, target penerimaan pembiayaan daerah dalam APBD tahun 2021 sebesar Rp18 miliar, dan pengeluaran pembiayaan daerah diproyeksikan sebesar Rp38, 5 miliar. (jim)












