TULANGBAWANG BARAT-Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) konsisten dalam berupaya meningkatkan produktivitas padi yang berimbas kepada terjaganya cadangan pangan serta kesejahteraan petani.
Untuk itu, pada tahun ini DTPHP Tubaba akan menggelar kegiatan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT).
Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di sembilan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) yang terletak di sembilan kecamatan yang ada di Tubaba, pada bulan April 2024 mendatang.
Plt. Kadis TPHP Tubaba melalui Kabid Penyuluh, Sanjaya mengatakan, kegiatan tersebut berupa pemberian edukasi tentang tatacara pengolahan padi sampai panen yang lebih efektif dan efisien kepada masyarakat Tubaba melalui kelompok tani.
“Saat ini ada metode penanaman padi menggunakan sistem jajar legowo. Nah ini yang akan kita edukasi kepada masyarakat, tentang jarak tanam, penggunaan teknologi dan lain sebagainya,” ujar Sanjaya saat dikonfirmasi wartawan diruangnya, Kamis (22/02/2024).
Lanjutnya, selain pemberian edukasi metodologi penanaman padi, pihaknya jiga akan memberikan bibit padi jenis inpari-32.
Sebelum melakukan pemberian padi, DTPHP Tubaba akan melakukan survei calon penerima dan calon lokasi (CPCL).
” Angka penerima ini fluktuatif, tergantung hasil survei nanti. Akan tetapi, yang jelas adalah perhektare kami siapkan 25 kg bibit,” kata Sanjaya.
Menurutnya, dalam suksesi SLTPP ini, para penyuluh pertanian di Kabupaten Tubaba menjadi garda terdepan dalam prosesnya.
Dari sembilan kecamatan yang ada di Tubaba, terdapat 43 penyuluh pertanian yang siap menjalankan program SLPTT. (Jim)












