Firsada Acuhkan Penilaian DPRD Tubaba

TULANGBAWANG BARAT-Pj Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba), Muhammad Firsada membantah pernyataan Ketua Komisi l DPRD setempat yang menyatakan kinerjanya buruk dan hanya tebar pesona.

Hal tersebut disampaikannya saat dikonfirmasi wartawan usai menghadiri rapat paripurna Istimewa DPRD Tubaba dalam momentum peringatan HUT Provinsi Lampung ke- ke-60, Senin (18/03/2024).

Penjabat Bupati Tubaba M. Firsada menyebut dirinya tidak pernah menebar pesona selama menjabat.

Menurut Firsada DPRD Tubaba berhak mengatakan apa saja terhadap dirinya. Akan tetapi dirinya tetap berpacu pada penilaian oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Selaku instansi yang memerintahkannya bekerja sebagai Pj bupati.

 

“Terserah siapapun yang mau menilai apapun. Karena saya melaksanakan amanat Mendagri,” kata dia.

“Saya juga tidak ada kepentingan, nyalon aja saya tidak, caleg aja bukan, untuk apa saya tebar pesona,” tegasnya.

Berita sebelumnya, Ketua Komisi 1 DPRD Tubaba, Yantoni menyoroti kinerja Firsada yang hanya tebar pesona.

Menurut politisi Partai Gerindra kehadiran Firsada justru membuat kondisi Tubaba tidak semakin baik.Ia menilai kerjaan Firsada di Tubaba hanya tebar pesona. Tidak membawa manfaat bagi masyarakat secara keseluruhan.

“Nah yang begini jelas merugikan masyarakat. Banyak kegiatan tinjau sana dan sini. Tapi hasilnya nihil. Tidak meringankan beban ekonomi masyarakat,” kata Yantoni saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon, Jum’at (15/3/2024).

Yantoni juga menyebut Firsada tidak mampu menjalin komunikasi yang harmonis dengan DPRD Tubaba. Pasalnya, banyak kegiatan Pemkab yang tidak berkomunikasi dengan DPRD.

“Pj Bupati itu rutin turun bersama Kapolres meninjau beras. Tapi masalah beras juga tidak tuntas. Jadi apa gunanya melakukan pemantauan. Kalau tidak ada manfaat yang jelas,” kata dia.

Anggota DPRD dua periode ini juga mengatakan, penilaian kinerja oleh Kemendagri yang menyatakan bahwa kinerja Firsada itu baik, tidak berbanding terbalik dengan kenyataan yang sebenarnya.

” Kami menilai secara obyektif dan berdasarkan apa yang dirasakan masyarakat. Kami butuh kualitas kepemimpinan, bukan kuantitas,” ungkapnya.

Yantoni juga menegaskan, dirinya tidak segan-segan untuk menyuarakan hati masyarakat terkait penolakan Pj Bupati Tubaba kedepannya. Untuk tidak memimpin Tubaba kembali.

Sebab, Tubaba terbuka untuk siapapun. Akan tetapi dengan satu syarat yakni ikut andil dalam membangun serta memajukan daerah.

” Kalau memang tidak bisa melakukan itu tolong segera tinggalkan Tubaba,” pungkasnya. (Jim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *