FGD, Dispusar Mesuji Dukung Program Peningkatan Kapasitas Tenaga Perpustakaan

MESUJI–Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusar) Kabupaten Mesuji  menggelar Forum Grup Discussion (FGD) bagi Petugas/Pengelola Perpustakaan di Wilayah Kabupaten Mesuji, kegiatan tersebut   dilaksanakan di Ruang Rapat Gedung Layanan Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Mesuji Lt II, Kamis (21/11/2024).

Kepala dinas Perpustakaan Dan Arsip Muzairi saat membuka kegiatan itu mengatakan  bahwa  kegiatan tesebut  bertujuan untuk mendukung Program kegiatan Peningkatan Kapasitas Tenaga Perpustakaan disekokah dasar (SD) yang ada di kabupaten setempat.

“FGD ini perlu diikuti oleh  Pengelola Perpustakaan Pada jenjang Pendidikan Dasar (SD) di Wilayah Kabupaten Mesuj,sebab selain menambah wawasan juga untuk peningkatan kemampuan dalam mengelola perpustakaan yang ada di sekolah,” jelasnya.

Dikatakannya kegiatan FGD ini diikuti  oleh para  Pengelola Perpustakaan Sekolah pada satuan pendidikan dasar di Kabupaten Mesuji.”Dan ini pertama kalinya kita mengundang para pengelola perpustakaan se kabupaten Mesujii,”imbuhnya.

Meriyansyah Fungsional Pustakawan ahli Muda dari Dinas Perpustakan dan Arsip menjelaskan FGD  dihadiri 75 orang peserta dari masing-masing sekolah dasar khususnya dari kecamatan Mesuji timir dan Kecamatan Way serdang.

” Peserta terdiri dari para pengelola Perpustakaan SD dari dua kecamatan dan peserta antusias mengikuti FGD ini  sebab ilmu yang didapat dari nara sumber bisa dijadikan tambahan ilmu untuk mengelola perpustakaan yang ada disekolah merekaasing-masing,”ungkap Meriyansyah usai memberi pembekalan kepada para peserta..

Meriyansyah menambahkan dalan FGD itu juga selain nara sumber memberikan pengarahan juga diberikan waktu untuk tanya jawab  terkait pengelolaan perpustakaan yang ada disekolah.

Selain kepala dinas yang menjadi nara sumber juga pihaknya menghadirkan  Duta Baca Kabupaten Mesuji Dwi Sarimiati, S.Pd.Gr .”Selain saya sendiri dan kepala dinas kita juga menghadirkan duta baca dari Kabupaten kita sendiri,”imbuhnya.

Sebelumhya Meriyansyah dalam paparannya  Mengajak semua peserta  untuk mengingat bahwa pengembangan SDM bukan sekedar meningkatkan keterampilan teknis, tetapi tentang keterampilan diri untuk menghadapi kebutuhan  yang terus berubah.

“Mari kita memahami informasi yang terus berkembang dan menjadi agen perubahan yang mendorong inovasi. Dan saya juga mengajak Mari membangun pondasi yang kokoh agar pustakawan semakin relevan dan berdaya saing,” pungkasnya (Mis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *