Lestarikan Adat Budaya Lampung, Kedamaian Usul Rumah Ornamen Siger

BANDAR LAMPUNG-Warga Kampung Kedamaian, yang juga merupakan kampung adat masyarakat Lampung, mengharapkan agar kampung cagar budaya tersebut, dapat lebih dilestarikan adat istiadat dan mereka mengharapkan ada bantuan ornamen siger di setiap rumah warga Kedamaian.

Demikian diungkapkan, Hermansyah
Warga jalan Sultan Selamat, Kedamaian dalam agenda penjaringan aspirasi masyarakat (Reses) anggota DPRD Bandar Lampung, Raka Irwanda, Jumat (18/12/2020).

“Kampung Kedamaian adalah salah satu daerah yang dinobatkan Pak Walikota sebagai kampung cagar budaya ada Daerah Lampung, di Kota Bandar Lampung, oleh karena itu, untuk lebih baiknya diharapkan ada bantuan ornamen Siger di setiap rumah warga, sehingga lebih terlihat kampung adat cagar budaya,” ujar Hermansyah.

Salah seorang tokoh masyarakat ini juga menjelaskan, terdapat dua kampung cagar budaya Lampung di Kota Bandar Lampung yakni, Negeri Olok Gading dan Kampung Kedamaian, Diana dua kampung ini yang didiami oleh warga (suku) Lampung pada awal mulanya.

“Kami usulkan disetiap Gang di Kedamaian ini jumlahnya ada 11 Jalan Gang, kalau pun berkenan diusulkan ke pak Walikota agar ada pembangunan Hanura di setiap Gang ada ornamen Lampung dan di atas nya ada ornamen Siger, jadi kalau orang melihat kampung cagar budaya Lampung ada ciri khas Lampung, dilihat lebih indah dan tertata, dengan begitu diharapkan budaya Lampung bisa dilestarikan,” ungkapnya.

Selain itu, Hermansyah juga mengusulkan agar adanya pembangun jalan di jalan Sultan Selamat, Kedamaian. Pasalnya, jalan tersebut sangat sempit dan sangat sulit untuk perlintasan dua mobil dari arah berlawanan.

“Juga kalau musim hujan, drainase tidak mampu menampung debit air, sehingga tumpah ke jalan. Kami minta drainse diperbesar, dan jalan diperbesar juga, karena jalan sangat kecil dan sering macet,” jelasnya.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi I DPRD Bandar Lampung Raka Irwanda menjelaskan, jika semua usulan dan saran serta kritik warga akan di tampung, untuk kemudian di jadikan pokok pikiran dalam usulan fraksi PAN.

“Nanti saya coba ajukan dan mana yang jadi skala prioritas akan kita perjuangankan, soal kampung cagar budaya nanti saya akan langsubg obrolkan dengan walikota,” kata dia.

Diketahui, reses Raka Irwanda di jalan Sultan Selamat, Kedamaian, dalam kegiatan reses tersebut, mengedepankan protokoler kesehatan, setiap peserta yang datang, wajib mencuci tangan dan mengenakan masker serta diperiksa suhu tubuhnya.

Namun, reses tersebut tidak mendapatkan kursi, sehingga para peserta reses duduk dilantai dengan karpet bersama dengan Anggota Dewan Raja Irwanda. Dan di tengah acara hujan turun, sehingga acara dipindahkan ke dalam rumah warga, lantaran karpet tempat duduk basah kena air hujan.

“Saya juga tidak tau kenapa reses ini tidak ada kursinya, padahal ini semua sudah inklud dengan tarup dan soun syistem, tapi kenapa ini tidak ada kursi. Tetapi tidak apa-apa bapak dan ibu-ibu, kita sama-sama duduk di bawah saja, biar kita tidak ada batasan,” ucapnya. (ron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *