Jalan Poros Kelurahan di Lampung Tengah Bubar, Puluhan Tahun Terabaikan

LAMPUNG TENGAH– Puluhan tahun terabaikan jalan poros di Kelurahan Komering Agung, Kecamatan Gunungsugih Kabupaten Lampung Tengah, berubah jadi kubangan kerbau.

 

Setiap musim hujan tiba, jalanan poros yang menghubungkan beberapa lingkungan dan kampung tersebut berubah menjadi kubangan. Terlebih dimusim kemarau masyarakat kembali dihadapkan dengan berbagai persoalan, debu, kerikil yang mengancam kesehatan masyarakat sekitar dan keselamatan para pengguna jalan.

 

Kondisi infrastruktur jalan yang hancur tersebut mengakibatkan berbagai aktivitas masyarakat terhambat. Hingga menimbulkan kerugian material dan spiritual dikalangan masyarakat.

 

Sebelum kondisi semakin parah, dan menelan korban jiwa, warga Kelurahan Komering Agung, meminta perhatian Pemkab Lampung Tengah, agar tidak abai dengan kondisi infrastruktur jalan, yang rusak, untuk segera diperbaiki.

 

Menurut Ahyat Kepala Lingkungan (Kaling) I Kelurahan Komering Agung, pihaknya telah berulang kali mengajukan proposal pembangunan dan perbaikan jalan, baik melalui Musrenbang maupun secara langsung ke dinas terkait. Namun hingga kini, seperti angin berlalu, tanpa ada tanggapan dari pemerintah daerah.

 

“Sudah berapa kali kami ajukan proposal, baik lewat musrenbang maupun secara langsung. Tapi sampai hari ini belum ada tindak lanjut yang nyata. Kondisi jalan ini sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan warga,” ujar Ahyat.

 

Jalan poros tersebut sambung Ahyat, merupakan akses vital hilir mudik masyarakat untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, serta layanan kesehatan.

 

Ahyat juga mengingatkan bahwa Komering Agung memiliki kontribusi besar dalam sejarah pemerintahan daerah. Saat ibu kota kabupaten dipindahkan dari Metro ke Gunungsugih, masyarakat Komering Agung menghibahkan lahan lebih dari 30 hektare.

 

Di atas lahan hibah tersebut kini berdiri kompleks perkantoran dinas instansi Kabupaten Lampung Tengah yang menjadi pusat aktivitas pemerintahan.

 

“Komering Agung punya sejarah dalam pembentukan ibukota kabupaten ini. Tanah lebih dari 30 hektare warga hibahkan untuk pembangunan komplek perkantoran Pemkab yang sudah berdiri. Artinya, sudah sewajarnya Komering Agung tidak absen dalam agenda pembangunan setiap tahunnya,” tegas Ahyat.

 

Warga berharap Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, dapat memberikan perhatian khusus terhadap kondisi infrastruktur di Kelurahan Komering Agung.

 

“Kami tidak meminta yang berlebihan. Kami hanya ingin jalan yang layak demi keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat. Semoga ini menjadi atensi khusus Bupati,” pungkas Ahyat, Minggu (15/2/2026). (Gunawan).