DLH Tanggamus Hidupkan Kembali Program Adiwiyata, Dorong Sekolah Berbudaya Lingkungan

TANGGAMUS— Setelah sempat vakum selama lima tahun terakhir, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanggamus kembali menggencarkan program Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan (Adiwiyata).

Kepala DLH Tanggamus, Kemas Amin Yuspi, mengatakan bahwa program Adiwiyata merupakan bentuk penghargaan bagi sekolah yang berhasil menerapkan budaya peduli lingkungan secara menyeluruh.

“Program ini meliputi penghijauan lingkungan sekolah, pengelolaan sampah, serta pembelajaran berbasis lingkungan,” ujar Kemas saat dikonfirmasi. Rabu (22/4/2026).

Ia mengakui, pelaksanaan program Adiwiyata di Tanggamus selama ini belum berjalan optimal. Oleh karena itu, DLH berupaya menghidupkan kembali semangat sekolah-sekolah untuk aktif berpartisipasi.

“Kami ingin menyemangati kembali sekolah agar konsisten menjalankan program ini. Tujuannya bukan hanya untuk penilaian, tetapi untuk membentuk budaya lingkungan di sekolah itu sendiri,” jelasnya.

Berdasarkan hasil dari pemantauan, terdapat tujuh sekolah di Tanggamus yang dinilai layak menjadi percontohan, yakni SDN 3 Gisting Atas, SDN 1 Wayjaha, SDIT Teladan Kotaagung, SD Fransiskus, SMPN 2 Pugung, SMPN 1 Gisting, dan SMPN 1 Sumberejo.

Meski demikian, Kemas menilai implementasi program di sekolah-sekolah tersebut masih perlu ditingkatkan agar lebih maksimal.

“Sekolah-sekolah ini sudah menjalankan program Adiwiyata dengan cukup baik, namun masih perlu penguatan agar hasilnya lebih optimal,” katanya.

Ia menambahkan, program Adiwiyata tidak hanya berorientasi pada penghargaan seremonial, tetapi juga sebagai upaya membangun komitmen jangka panjang dalam mengintegrasikan pendidikan lingkungan ke dalam kurikulum dan budaya sekolah.

“Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi untuk komitmen berkelanjutan. Kami berharap sekolah di Tanggamus dapat mengikuti jejak daerah lain seperti Pringsewu dan Kota Metro yang telah meraih prestasi di tingkat lebih tinggi,” ujarnya.

DLH Tanggamus juga akan melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama dalam mendorong partisipasi lebih luas dari berbagai satuan pendidikan.

“Kami tidak hanya fokus pada tujuh sekolah tersebut, tetapi juga mengajak sekolah lain untuk turut serta dalam program ini,” tegas Kemas.

Melalui penguatan program Adiwiyata, DLH berharap budaya bersih dan peduli lingkungan dapat tertanam sejak dini di kalangan pelajar, sehingga berdampak positif terhadap lingkungan secara berkelanjutan. (*)