PWI Lampung Gandeng MPAL Matangkan HPN dan Porwanas 2027

BANDAR LAMPUNG — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung menggandeng Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) untuk mematangkan konsep pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027.

Pembahasan itu mengemuka dalam audiensi pengurus harian PWI Lampung bersama jajaran pengurus dan Dewan Perwatin MPAL di Sekretariat MPAL, Jalan Way Mahan, Sumurbatu, Bandarlampung, Kamis (14/5/2026).

Ketua Harian MPAL Ahmad Nyerupa menegaskan persiapan dua agenda nasional tersebut harus dilakukan secara serius dan terukur, mengingat kegiatan itu direncanakan dihadiri Presiden RI beserta jajaran kabinet.

“Konsep acara harus benar-benar matang. Seluruh rangkaian kegiatan juga harus tetap menonjolkan kekayaan budaya Lampung sebagai identitas daerah,” tegasnya.

Menurut Ahmad, HPN dan Porwanas bukan sekadar agenda seremonial maupun kompetisi olahraga wartawan. Kegiatan tersebut dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan budaya dan potensi pariwisata Lampung di tingkat nasional.

Dalam pertemuan itu, pembahasan juga mencakup penentuan maskot kegiatan. Ketua Dewan Perwatin MPAL Erdiyansyah Putra mengusulkan gajah sebagai simbol utama HPN dan Porwanas 2027.

“Gajah merupakan hewan khas Lampung yang memiliki nilai historis dan filosofi kuat. Simbol ini aman, representatif, dan ikonik untuk dijadikan maskot kegiatan nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, rancangan maskot perlu terlebih dahulu disampaikan kepada MPAL untuk dikaji sebelum ditetapkan secara resmi.

Sementara itu, Sekretaris Umum MPAL Roby Aswan menyampaikan keputusan terkait maskot, ikon kegiatan, hingga susunan acara akan dibahas melalui rapat Dewan Perwatin.

“Setelah ada keputusan resmi dari Dewan Perwatin, hasilnya segera kami sampaikan kepada PWI Lampung untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Kepala Sekretariat MPAL Lampung Sutan Darmawan mengapresiasi langkah PWI Lampung yang melibatkan lembaga adat dalam proses persiapan kegiatan nasional tersebut. Menurut dia, koordinasi dengan unsur adat penting agar penyambutan tamu dan seluruh simbol kegiatan tetap selaras dengan nilai-nilai budaya Lampung.

Di sisi lain, Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah menegaskan Porwanas memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas jurnalistik olahraga nasional.

“Porwanas bukan hanya ajang olahraga antarsesama wartawan, tetapi juga bagian dari proses seleksi dan pembinaan wartawan olahraga untuk peliputan PON,” ujarnya.

Lampung terakhir kali menjadi tuan rumah Porwanas pada 1993. Pada pelaksanaan 2027 mendatang, daerah ini diperkirakan akan menerima kedatangan sekitar 5.000 wartawan dari seluruh Indonesia.

PWI Lampung berharap penyelenggaraan HPN dan Porwanas 2027 mampu memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat promosi pariwisata dan budaya Lampung di tingkat nasional.(*)