76 Wilayah Pesisir Tanggamus Terancam Miskin Ekstrem Jika Pemberdayaan Nelayan Diabaikan

TANGGAMUS – Sebanyak 76 wilayah pesisir yang tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Tanggamus berpotensi masuk kategori miskin ekstrem apabila tidak mendapat perhatian serius dan program pemberdayaan yang berkelanjutan dari pemerintah maupun para pemangku kepentingan.

Peringatan tersebut disampaikan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tanggamus, Dharma Setiawan, usai menerima kunjungan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Tanggamus, Selasa (23/6/2026).

Menurut Dharma, secara administratif masyarakat nelayan di wilayah pesisir Tanggamus saat ini memang belum masuk kategori miskin ekstrem. Namun, kondisi ekonomi mereka dinilai masih sangat rentan karena mayoritas hanya bekerja sebagai buruh nelayan dengan penghasilan yang tidak menentu.

“Secara data administrasi mereka belum masuk kategori miskin ekstrem. Namun jika tidak disentuh dengan program pemberdayaan yang tepat, beberapa tahun ke depan kondisinya bisa semakin berat,” ujar Dharma.

Ia menjelaskan, sebagian besar nelayan di Kabupaten Tanggamus masih bergantung pada pemilik kapal atau juragan. Keterbatasan modal membuat mereka belum mampu memiliki sarana produksi sendiri, seperti perahu bermotor maupun alat tangkap yang memadai.

“Rata-rata nelayan di Tanggamus masih bekerja dengan sistem upahan kepada pemilik kapal. Sangat sedikit yang memiliki usaha perikanan secara mandiri,” katanya.

Kondisi tersebut, lanjut Dharma, menjadi tantangan serius dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Oleh karena itu, dukungan melalui program pemberdayaan ekonomi dinilai sangat penting agar nelayan memiliki kesempatan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan pendapatannya.

Dinas Perikanan Tanggamus menyambut positif langkah BAZNAS Tanggamus yang meluncurkan program Nelayan Berdaya dengan tema Dari Zakat Laut Menjadi Sumber Harapan. Program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan keluarga nelayan.

“Program ini tidak hanya meringankan beban ekonomi masyarakat nelayan, tetapi juga menjadi langkah awal membangun kemandirian ekonomi masyarakat pesisir agar lebih sejahtera dan berdaya saing,” tegas Dharma.

Selain memiliki ribuan nelayan yang tersebar di sembilan kecamatan pesisir, Kabupaten Tanggamus juga memiliki potensi besar di sektor budidaya perikanan serta usaha pengolahan hasil perikanan yang tersebar hampir di seluruh wilayah kecamatan.

Karena itu, Dharma menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dunia usaha, dan berbagai pihak lainnya menjadi kunci dalam mempercepat pengentasan kemiskinan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.

“Kami sangat mengapresiasi BAZNAS yang mulai masuk ke sektor nelayan. Ini sejalan dengan program pemerintah daerah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Tanggamus,” tandasnya.(*)