Gempa Dangkal Guncang Tanggamus, BMKG Catat 20 Gempa Susulan

Tanggamus Lampung— Wilayah Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, diguncang dua gempa bumi tektonik pada Rabu (28/10/2026) sore. Berdasarkan dari hasil data dalam bahan laporan, kedua gempa tersebut masing-masing memiliki magnitudo 3,9 dan 4,1.

Gempa pertama terjadi pada pukul 15.22.47 WIB dengan magnitudo 3,9. Episenter gempa berada di darat, sekitar 9 kilometer barat laut Tanggamus, pada koordinat 5,40 derajat Lintang Selatan dan 104,67 derajat Bujur Timur. Gempa tersebut memiliki kedalaman 4 kilometer.

Gempa kedua terjadi satu menit kemudian, tepatnya pukul 15.23.47 WIB, dengan magnitudo 4,1. Episenter berada sekitar 6 kilometer barat laut Tanggamus, pada koordinat 5,43 derajat Lintang Selatan dan 104,65 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman 5 kilometer.

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya sebagaimana tercantum dalam bahan laporan, kedua gempa tersebut tergolong gempa dangkal. Aktivitas sesar aktif disebut sebagai pemicu gempa, tetapi mekanisme sumbernya masih perlu dikonfirmasi melalui keterangan resmi BMKG.

>Guncangan Dirasakan di Sejumlah Wilayah

Getaran gempa dilaporkan dirasakan di sejumlah wilayah di Kabupaten Tanggamus dan sekitarnya.

Di Kotaagung, intensitas getaran dilaporkan mencapai III MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan menyerupai getaran akibat kendaraan berat yang melintas.

Sementara itu, intensitas II MMI dilaporkan dirasakan di Kotabumi, Pringsewu, Ulu Belu, Gisting, Sumberejo, dan Kotaagung Timur. Pada tingkat ini, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung dapat bergoyang.

Hingga laporan awal disusun, belum terdapat laporan kerusakan bangunan akibat rangkaian gempa tersebut. Informasi mengenai dampak gempa tetap perlu diperbarui sesuai perkembangan laporan dari pihak berwenang.

>Sebanyak 20 Gempa Susulan Tercatat

Dalam bahan laporan disebutkan, BMKG mencatat 20 aktivitas gempa bumi susulan hingga pukul 16.14 WIB pada Rabu (28/10/2026).

Jumlah tersebut perlu dipastikan kembali melalui pembaruan data resmi BMKG, termasuk magnitudo setiap gempa susulan dan perkembangan aktivitas seismik di wilayah Tanggamus.

Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti perkembangan situasi melalui kanal resmi BMKG dan pemerintah daerah.

Warga juga diminta memeriksa kondisi bangunan setelah gempa. Apabila ditemukan retakan atau kerusakan yang berpotensi membahayakan, bangunan sebaiknya tidak digunakan sebelum dinyatakan aman oleh pihak yang berwenang.(*)