DAERAHLAMPUNG SELATAN

Ribuan Rumah Tidak Layak Huni di Lampung Selatan Terima BSPS

Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto. (foto: roni)

LAMPUNG SELATAN-Sebanyak 1.030 rumah tidak layak hunI di Kabupaten Lampung Selatan mendapatkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2020.

Hal itu terungkap dalam sosialisasi tingkat desa terkait Dana Cadangan DAK tahun 2020 yang digelar Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) di Kelurahan Way Lubuk, Kecamatan Kalianda kabupaten setempat, Rabu (16/9/2020).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Lamsel, Nanang Ermanto, Sekdakab,Thamrin bersama sejumlah pejabat kabupaten setempat.

Nanang mengatakan, program BSPS merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas rumah masyarakat yang tidak layak huni menjadi layak huni.

“Program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah pusat, dan pemerintah daerah untuk menyelesaikan persoalan rumah tidak layak huni,” ujarnya.

Dikatakan Nanang, untuk di Kabupaten Lamsel sekitar 12 ribu rumah tidak layak huni yang masih butuh perhatian.

Ditambahkannya, dalam satu tahun program yang digulirkan pemerintah baik dari APBN maupun APBD, hanya dapat mengakomodir sekitar 1.000 rumah pertahun.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkim Lamsel, Yanny Munawarty menjelaskan, bantuan untuk merenovasi rumah tidak layak huni tersebut bersumber dari dana APBN tahap I sebanyak 250 rumah, APBN tahap II sebanyak 400 rumah, dana cadangan DAK sebanyak 180 rumah, dan APBD sebanyak 200 rumah.

“Jadi untuk tahun 2020 rumah yang akan dibangun dari program BSPS totalnya sebanyak 1.030 rumah,” ujarnya.

Menurut Yanny, untuk rumah BSPS yang didanai dari DAK tahun 2020 sebanyak 180 unit dan tersebar di dua kecamatan. Rinciannya, untuk di Kecamatan Rajabasa yaitu, Desa Kunjir 30 unit, Desa Way Muli 30 unit, dan Desa Waymuli Timur sebanyak 35 unit.

Kemudian, di Kecamatan Kalianda yaitu, Kelurahan Kalianda 20 unit, Kelurahan Bumiagung 20 unit, Kelurahan Way Urang 20 unit, dan Kelurahan Way Lubuk 20 unit.

“Program BSPS ini, pemerintah memberikan stimulan dana bantuan sebesar Rp17,5 juta untuk peningkatakan kualitas hunian. Dengan rincian, sebesar Rp15 juta untuk pembelian material, dan Rp2, 5 juta untuk upah tukang,” pungkasnya. (roni)

Comment here