Warga Lambar Manfaatkan Pelepah Pinang Jadi Motif Peci

LAMPUNG BARAT-Sikap pantang menyerah ditengah pandemi Covid-19, ditunjukan Robi Yanto salah satu warga Pekon Bumi Jaya, Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat (Lambar).

Pasalnya, untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya ditengah pandemi Covid-19, Robi memanfaatkan pelepah Pinang menjadi berbagai motif Peci khas Kabupaten Lambar.

Robi yang mengaku memiliki tiga anak ini, mulai merintis membuat kerajinan dari Pelepah Pinang sejak Desember tahun 2020 lalu, karena melihat banyak pelepah Pinang bertaburan.

Awalnya, kata Robi membuat kerajinan tangan dengan memanfaatkan pelepah Pinang, untuk menghidupi keluarganya, dimasa pandemi Covid-19 yang sampai saat ini belum berakhir.

“Pekerjaan saya, awalnya menjual tembakau keliling. Karena, Covid-19 pembeli sepi, dan pesenan juga berkurang,” ujar Robi.

Akhirnya, lanjut Ia, karena keluarganya butuh makan dan berpikiran untuk membuat kerajinan tangan dengan memanfaatkan pelepah pinang yang berhambura di lahan perkebunan.

“Awalnya, saya mencoba membuat 2 buah peci untuk dipakai sendiri. Banyak masyarakat yang melihat dan menyukai kerajinan yang saya buat ini,” jelasnya.

Kemudian, kata Robi, dirinya terus mencoba membuat berbagai motif peci dengan memanfaatkan pelepah pinang hingga sekarang.

“Alhamdulilah, banyak yang merespon baik dari masyarakat sekitar maupun dari pemerintahan Kabupaten Lambar dan dari luar daerah,” tukasnya.

Dikatakan Robi, dalam satu hari dirinya bisa membuat 5 peci jika bermotif, dan yang natural bisa mencapai 10 peci/hari dengan alat seadanya hingga menghasilkan berbagai motif Peci.

“Saat ini kita bisa membuat empat motif seperti motif, celugam khas Lampung Barat, Tapis, Tuwaster, Natural, dengan harga berpareasi mulai dari Rp50 ribu sampai Rp80 ribu/peci,” tukasnya.

Robi mengatakan, hasil kerajinan peci pelepah pinang penjualannya sudah mencapai luar daerah seperti Jawa, Medan, Tanggerang, Bogor dan saat ini sudah mulai ke Bengkulu dan Bandar Lampung dengan pesenan cukup banyak.

“Sampai saat ini, penjualan Peci Pelepah Pinang mencapai 300 peci yang sudah terjual. Dan saat ini, saya masih membuat beberapa pesenan sedang tahap penyelesain,” imbuhnya.

Ditanya mengenai perhatian Pemkab Lambar terhadap usaha miliknya, Robi telah menyampaikan kepada Dinas terkait.

“Diskoperindag Lambar telah menyambangi, dan memberikan saran agar kedepannya dapat membuat banyak inovasi, dan motif bukan hanya peci tetapi seperti topi, tas dan lain-lain,” pungkasnya. (Ronal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *