Pesawaran Menjadi “Pilot Project” Penanaman Padi Genjah Trisakti

PESAWARAN-Kabupaten Pesawaran akan menjadi “pilot project” penanaman bibit padi Genjah Trisakti produksi PT Shandong Agro Permata (SAP), yang disebut-sebut menjadi kebanggan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), karena dapat meningkatkan kesejahteraan petani nusantara.

Hal itu terungkap saat Manager Regional PT Shandong Agro Permata, Herlansyah Manaf bersilaturahmi dan memberikan edukasi dengan warga Desa Cipadang Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran, Rabu (14/07/2021).

“Padi Genjah Trisakti merupakan temuan baru dengan kualitas premium dan mampu berkembang dengan maksimal dilahan Indonesia. Kalau biasanya petani hanya mendapatkan hasil 5 ton/hektar, dengan menanam bibit Genjah Trisakti akan naik menjadi 14,5 ton/hektar,” ujar Herlansyah.

Bahkan, petani akan diuntungkan dengan pola kerja sama yang rencanaya akan dilaksanakan di wilayah Lampung. Dan, ketika terjadi gagal panen seperti adanya bencana atau lainnya maka petani akan menerima klaim asuransi melalui Jasindo.

“Jadi, petani tidak mengeluarkan biaya apapun, seluruh biaya mulai dari bibit pupuk dan lain sebagainya akan kita tanggung. Lalu, petani juga mendapatkan stimulan sebesar Rp4 juta yang diterima Rp1 juta ketika pengolahan lahan, dan Rp1 juta/bulan sampai panen tiba,” jelasnya.

Dikatakan Herlansyah, untuk mengikuti kerja sama tersebut petani hanya melampirkan sejumlah persyaratan guna proses administrasi yang saling menguntungkan tersebut. Karena, nantinya petani akan mendapat pendampingan tekhnis hingga masa panen.

“Ini merupakan program ketahanan pangan, ditengah pandemi Covid-19. Jadi, hanya petanilah yang mampu bertahan menghadapi pandemi. Untuk itu, pemerintah melalui PT SAP membantu petani untuk meningkatkan kesejahteraannya,” ujarnya.

Ia mengatakan, kerja sama yang dimaksud tidak ada unsur politik maupun paksaan. Semuanya harus berjalan sesuai dengan harapan Presiden Jokowi dalam membantu petani ditengah pandemi yang masih masif berlangsung.

“Bibit padi Genjah Trisakti sudah ditanam disejumlah daerah dengan pola kerja sama dan tidak dijual secara umum. Untuk itu, jangan mudah percaya kalau ada yang menawarkan melalui online atau di toko. Pola kerja sama ini sangat menguntungkan petani, selain menjaga stabilitas stok beras nasional juga meningkatkan taraf hidup petani,” tukas Herlansyah.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Cipadang,.Sugianto menanggapi bahwa program ketahanan pangan tersebut sangat tepat sasaran ditengah pandemi.

“Sangat bagus, terlebih ditengah pandemi corona ini. Memang, kalau petani mendapatkan kerjasama yang model ini sepertinya cukup membantu karena petani tidak mengeluarkan biaya apapun malah justru mendapat insentif selama menanam,” kata Sugi. (Ndr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *