PESAWARAN-Empat belas tahun sudah Kabupaten Pesawaran berdiri pada Sabtu 17 Juli 2021 masyarakat Pesawaran merayakan Hari Jadi Kabupaten Pesawaran Ke-14.
Kendati prosesi perayaan, dilakukan dengan sangat sederhana namun tak menyurutkan masyarakat untuk bahu membahu membangun kabupaten yang diberi julukan Bumi Andan Jejama tersebut.
Harapan masyarakat yang diwakilkan oleh tiga tokoh adat terkait jalan raya provinsi mulai dari Kecamatan Gedong Tataan hingga Kecamatan Waykhilau yang rusak, mendapat sorotan Sekretaris Umum Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) Pesawaran, Paksi Sejati Rama Diansyah.
Ia mengatakan, bertepatan dengan momentum HUT ke-14 Kabupaten Pesawaran, Dirinya mengutip firman Allah yg ada di Surat Saba ayat 15, bahwa Pesawaran harus menjadi Kabupaten yang Baldatun Toyyibatun Wa Robbun Ghofur. Artinya, kabupaten yang tentram, subur, aman, nyaman dan damai.
“Saya yakin, masyarakat Pesawaran sangat merindukan kabupaten yang seperti Ayat diatas,” ujar Rama saat ditemui diruang kerjanya Desa Baglen Kecamatan Gedong Tataan, Senin (19/7/2021).
Menurutnya, para pendiri Kabupaten Pesawaran memiliki tujuan untuk kepentingan masyarakat, dan bukan untuk kepentingan kelompok, golongan apalagi untuk kepentingan pribadi. Terlepas siapa pun, yang menjadi pemangku kebijakan di Pesawaran wajib memikirkan masyarakat secara keseluruhan.
Dikatakan Rama, saat ini masyarakat Pesawaran masih dihantui oleh pandemi Covid-19. Artinya, perlu dukungan dari masyarakat akan kesadarannya untuk patuh dengan anjurkan pemerintah, TNI, Polri yakni, melaksanakan protokol kesehatan (Prokes), agar Kabupaten Pesawaran bisa bangkit, dan bebas dari Covid -19.
Sehingga, lanjutnya, masyarakat di Pesawaran bisa hidup normal tanpa harus dibatasi. Jadi, tidak ada gunanya pemerintah, TNI dan Polri mengimbau, menegur. Bahkan, diberi sanksi kalau masyarakat kurang memahami betapa pentingnya Prokes.
Ia mengatakan, kilas balik tentang pemekaran Kabupaten Pesawaran agar masyarakat khususnya generasi muda mengerti akan sejarah berdirinya Kabupaten Pesawaran.
“Panitia Pelaksana Persiapan Kabupaten Pesawaran (P3KP) pada 16 April 2001 bertempat di Gedung Ngandan Gawi Kecamatan Gedongtataan. Berdasarkan kesepakatan bersama M. Alzier Dianis Thabranie diberikan kepercayaan sebagai Ketua Umum dan Mualim Taher sebagai Ketua Harian didampingi para Penasehat, Pembina dan Pengurus lainnya yang tertuang dalam SK Nomor : 01/P3KP/10K/PPK/IV/2001 tanggal 17 April 2001 tentang Struktur Komposisi dan Personil Panitia Pelaksana Persiapan Kabupaten Pesawaran Tahun 2001,” pungkasnya. (Ndr)












