TULANGBAWANG BARAT-Sebanyak 40 siswa dan siswi tingkat SD dan SMP di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) mengikuti kompetisi siswa tingkat nasional.
Kedua kompetisi tingkat nasional tersebut yakni, Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FL2SN) dan Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KOSN).
Kepala Seksi SD dan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tubaba, Qhodi Putra Bujung mengatakan, saat ini keempat puluh siswa tersebut telah selesai masuki tahapan registrasi.
“Alhamdulillah pada 8 Agustus 2021, mereka telah resmi terdaftar di Pusat Prestasi Nasional (Puspenas) untuk mewakili Kabupaten Tubaba dalam ajang kompetisi tingkat nasional,” kata Qhodi saat dikonfirmasi wartawan diruangnya, Senin (9/8/2021).
Ada 5 cabang kompetisi dalam FLS2N, yakni seni tari, gitar duet, dan menyanyi tunggal, serta pantomim dan seni kriya. Sementara, untuk KOSN ada dua cabang yaitu, karate dan silat.
Dijelaskan Qhodi, pelaksanaan kompetisi dilakukan secara virtual. Mulai dari babak penyisihan, para peserta diminta untuk membuat video sesuai dengan cabang olahraga yang diikuti, kemudian di-upload agar dinilai oleh tim penilai.
“Sebagai contoh, peserta seni tari memvideokan tariannya, kemudian di upload ke website Puspenas untuk dinilai,” jelasnya.
Lanjut Qhodi, ketika para peserta nantinya telah memasuki babak final, mereka nantinya tidak lagi mengupload video, akan tetapi akan disaksikan langsung melalui Virtual Zoom Meeting.
“Setelah mereka dinilai layak memasuki babak final, tag videonya tidak lagi diupload. Melainkan ditonton langsung melalui Virtual Zoom,” tambahnya.
Masih kata Qhodi, selain FLS2N dan KOSN, masih ada satu lagi kompetisi tingkat nasional, yakni Kompetisi Sains Nasional (KSN). Akan tetapi proses pendaftarannya belum selesai. Batas akhirnya tanggal 14 Agustus mendatang.
Berdasarkan data yang dihimpun sampai saat ini, terdapat 73 siswa SMP dan 54 siwa SD yang mendaftarkan diri sebagai KSN.
“Jumlah ini belum tetap, bisa saja bertambah, karena pendaftaran masih dibuka,” kata dia.
Setelah diketahui jumlah pendaftar KSN, Disdikbud Tubaba akan mengadakan simulasi untuk menentukan skala prioritas.
“Semua sekolah bebas mendaftarkan siswanya. Akan tetapi kita akan menentukan skala prioritas mana yang benar-benar layak,” pungkasnya. (Jim)












